KPID Diharapkan Bisa Wujudkan Tatanan Penyiaran yang Sehat

SEMARANG (Asatu.id) – Pada Februari ini, Provinsi Jateng mulai melaksanakan seleksi calon komisioner pada Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID). Dalam proses seleksi itu, KPID diharapkan dapat berperan lebih saat mengawasi penyiaran di daerah yang lebih sehat.

Hal tersebut menjadi topik utama dalam acara talkshow Ruang Aspirasi dengan tema ‘Peran KPID Mewujudkan Tatanan Penyiaran yang Sehat’, Rabu (12/2). Pada kesempatan itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Ferry Wawan Cahyono selaku pembicara utama mengaku sangat mendukung kinerja KPID yang berupaya menegakkan regulasi penyiaran sekaligus menciptakan siaran yang sehat.

“Dalam kinerja KPID, harus dijaga betul independen, objektif, dan beretika. Untuk itu, kami selalu mendorong KPID agar bisa mengawasi media penyiaran karena banyak yang berorientasi bisnis dan politis,” kata Politikus Golkar itu.

Ia juga mengatakan sudah semestinya lembaga penyiaran itu menjadi ruang edukasi bagi masyarakat. Sehingga, KPID benar-benar menjaga independensi, objektifitas, dan etika saat melakukan pengawasannya.

“Pada 2020 ini merupakan tahun politik sehingga lembaga penyiaran pun menjadi sorotan. Dalam proses seleksi, DPRD berharap komisioner terpilih nantinya bisa bekerja sesuai regulasi dan mampu meningkatkan kinerja dengan menciptakan inovasi,” harapnya, sembari menambahkan memilih (komisioner) itu bukan asal-asalan tapi didasarkan atas kompetensi dan integritas.

Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Provinsi Jateng, Setyo Irawan, juga mengatakan proses seleksi itu diawali dengan pembentukan Panitia Seleksi (Pansel) KPID 2020. Soal pengawasan penyiaran, koordinasi dilakukan antara Diskominfo dan KPID.

“Untuk saat ini, sembari menunggu selesainya proses seleksi Komisioner KPID, kami melakukan perpanjangan jabatan komisioner yang sebelumnya sehingga tidak ada kekosongan dalam pekerjaan KPID,” kata Setyo.

Soal seleksi, Ahmad Darodji selaku Pansel KPID Jateng mengatakan, sebelumnya pihaknya sudah melakukan konsultasi ke KPI Pusat, studi banding ke Diskominfo provinsi lain. Usai melaksanakan kegiatan tersebut, Pansel menggelar focus group discussion (FGD) dan setelah itu baru pengumuman pendaftaran calon komisioner ke masyarakat.

“Ada seleksi administrasi, psikologi, wawancara, kemudian dilaporkan ke DPRD. Secara lengkap, persyaratannya bisa dilihat di website diskominfo. Pada akhir Maret, ada pengumuman lolos administrasi. Diharapkan, pada Mei mendatang selesai,” kata Ahmad.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *