Ganjar Minta Peradilan Siswa Pelaku Bullying di Purworejo Digelar Tertutup

SEMARANG (Asatu.id) – Sebuah rekaman video yang memperlihatkan tiga remaja berseragam SMP sedang memukuli dan menendangi seorang gadis berseragam serupa, menghebohkan jagat media sosial.

Menurut akun Twitter yang mengunggah video itu, peristiwanya terjadi di sebuah SMP di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Kasus bullying itu kini telah ditangani pihak kepolisian. Jika kasus ini bergulir ke meja hijau, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta agar proses peradilan digelar tertutup.

“Pelakunya masih anak-anak di bawah umur. Sesuai Undang-undang Perlindungan Anak, proses peradilan untuk anak di bawah umur harus digelar secara tertutup,” kata Ganjar di komplek Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Semarang, Kamis (13/2).

Sebagai simpatinya kepada siswi korban bullying, Ganjar memberikan santunan kepada orang tua korban. Santunan ini diberikan agar orang tua tidak bekerja selama beberapa waktu dan mencurahkan perhatian mereka untuk mendampingi sang putri melewati masa-masa traumatis.

Untuk para pelaku, Ganjar meminta agar pelaku didampingi guru konseling maupun psikolog. Ini untuk mencegah berulangnya kembali aksi perundungan di tempat lain.

“Anak-anak itu perlu dikirim psikolog, kirim guru konselingnya ke sana agar kita bisa tahu persoalannya apa, lalu kita cegah ke depannya supaya tidak terjadi bullying seperti ini,” kata Ganjar.

Ganjar sendiri sudah mengutus Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Jumeri, ke Purworejo untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Purworejo demi mengusut kasus bullying ini. Dia juga sudah berkoordinasi dengan pengurus organisasi induk sekolah tempat terjadinya bullying.

Ganjar sendiri tak bisa menyembunyikan kegeramannya terhadap aksi bullying yang kerap terjadi di lembaga pendidikan. Untuk itu, dia berencana mengumpulkan para pemangku kepentingan di bidang pendidikan untuk mengevaluasi persoalan ini.

Sebagaimana diketahui, aksi bullying ini diketahui dari adanya video yang viral di media sosial, Rabu (12/2/2020) malam. Dalam video berdurasi 28 detik tersebut, tampak tiga orang siswa laki-laki merundung seorang siswi perempuan. Mereka menendang dan bahkan memukul si korbannya dengan gagang sapu. Korban yang tampak tidak berdaya hanya menundukkan kepala di mejanya sambil menangis.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *