Penyakit UMKM, Biasanya Mati Ditengah Keramaian Pasar

UNGARAN (asatu.id) – Bagi masyarakat di wilayahKabupaten Semarang, nama Desa Gemawang, Kecamatan Jambu, bukanlah hal yang asing. Selainterkenal dengan Batik Gemawangnya, desa tersebutjuga banyak dihuni para pengrajin. Mulai dari produksibatik, handy craft, dan aneka jenis makanan khaslainnya.

Yang membanggakan lagi, keseluruhan UMKM setempat, senantiasa aktif dalam memproduksi danmemasarkan produk-produknya. Itu sebabnya, PT Telkom Divre Jateng tidak segan-segan mengucurkandana bantuan berupa hibah peralatan, di sampingpinjaman dana bergulir untuk kelancaran modal usahapara UMKM.

Menurut Ketua Perhimpunan UMKM DesaGemawang, Abdul Kholik Fauzi, diwilayahnya tercatatada sekitar 30-an UMKM yang aktif menjalankankegiatan usahanya. Sedang area pemasarannya, masihterfokus memenuhi pasar lokal, yakni di wilayahKota/Kabupaten Semarang, Kota/KabupatenMagelang, dan Kabupaten Temanggung.

Kalangan UMKM di wilayah tersebut, tampak kompakdan saling bahu membahu membantu bagi kemajuanusaha secara bersama-sama. Tapi terkadang penyakitUMKM nya muncul. Awalnya sulit cari pasar. Tapisetelah memperoleh pasar, justru mati di tengahkeramaian pasar itu sendiri. Artinya, UMKM yang sudah kebanjiran order, terkadang tidak mampumemenuhi permintaan pasar, baik karena kualitasmaupun kuantitasnya. Alasannya, karena SDM yang kurang. Selanjutnya, bukannya tambah maju tapi malahgulung tikar,” tutur Fauzi, panggilan akrab Abdul Kholik Fauzi ketika ditemui di kediamannya, Rabu(12/2).

UMKM di Desa Gemawang yang hampir secarakeseluruhan menjadi binaan PT Telkom Divre Jateng, dalam memasarkan produknya, tidak semata-mataharus ‘door to door’ atau menggunakan salesman. Melainkan, cukup memanfaatkan teknologi modern dengan menggunakan ‘Web’.

PT Telkom juga memfasilitasi dengan membangunkanbangunan joglo di tengah Desa Gemawang sebagaisentra UMKM. Di lokasi tersebut, menurut rencanaakan dijadikan area wisata. Setiap hari Minggu, seluruhUMKM yang ada diminta mengeluarkan produknyauntuk dipasarkan. Mulai dari kain batik, handy craft, hingga makanan khas.

Rencananya kegiatan area wisata tersebut akan diselenggarakan mulai bulan Maret mendatang. Saatini bangunan joglo sedang dikebut pengerjaannya,” tuturnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *