Musrenbang Prioritaskan Pengembangan SDM dan Pengentasan Kemiskinan

SEMARANG (Asatu.id) – Pembukaan Masa Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Jawa Tengah yang berlangsung di Patra Semarang Hotel & Convention, Selasa (11/2), mengundang organisasi wanita, perwakilan penyandang disabilitas dan anak, masyarakat pejabat pusat dan daerah.

Kemudian DPD RI, DPRD Provinsi, akademisi, organisasi profesi, Asosiasi Dunia Usaha, Lembaga Donor, LSM, Partai Politik serta pemangku kepentingan lainnya, dan pihak terkait lain.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, di Musrenbang tahun ini pihaknya memrioritaskan pada pengembangan sumber daya manusia dan pengentasan kemiskinan hingga 7 persen.

“Kita mengingatkan faktor kegempaan, akomodasi penyandang disabilitas,” kata Ganjar.

Maka dari itu, di musrenbang kali ini polanya akan diubah, yang dulu banyak yang mengusulkan infrastruktur, itu hanya ditulis dan dimasukkan ke sistem yang disediakan.

Tahun ini polanya dua, yakni inovasi dan kreasi untuk menyelesaikan persoalan Jateng. Antara lain kemiskinan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, reformasi birokrasi, lingkungan, kegempaan, narkoba, dan membangun nasionalisme.

Tercatat pula masih ada 14 kabupaten yang tingkat kemiskinannya masih tinggi. Yakni Kebumen, Wonosobo, Brebes, Pemalang, Purbalingga, Rembang, Banjarnegara, Sragen, Banyumas, Klaten, Demak, Grobogan, Purworejo dan Blora.

“Dari 14 kabupaten itu, saya ketok izin ya bapak ibu, mereka kami prioritaskan,” jelas Ganjar.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *