Mas’ud Balon Wabup Kendal Bertekad Angkat PotensiWilayah

SEMARANG (Asatu.id) – Warga Jawa Tengah di tahun2020 ini akan kembali diwarnai dengan kegiatan pestademokrasi. Apabila di tahun 2019 lalu terselenggarakegiatan pilpres dan pileg, maka di tahun 2020 inikegiatannya berupa pilkada. Sebanyak 21 kabupaten/kota di Jateng akan menyelenggarakanpilkada secara serentak.

Termasuk Kota Semarang pun, akan melakukanpilkada. Hanya saja, hingga saat ini H Hendrar PrihadiSE MM masih belum menemukan lawan tandingnya.Diperkirakan, Hendi (panggilan akrab H HendrarPrihadi) yang kini masih menjabat sebagai WalikotaSemarang ini akan melawan kotak kosong.

Konon katanya, Walikota Semarang ini masih layakdipertahankan, karena keberhasilannya dalammembawa kemajuan pembangunan di wilayah ibukotaJawa Tengah ini.

Sebaliknya di wilayah Kabupaten Kendal, meski in coumbent kembali mencalonkan diri, tetapi para bakalcalon lain saling bermunculan. Baik untuk jabatanbupati maupun wakil bupati.

Salah satu bakal calon (balon) wakil bupati Kendal adalah Mas’ud. Pria kelahiran 14 Juli 1975 ini, denganpenuh rasa optimistis akan maju sebagai bakal calonwabup. Dia pun beberapa waktu lalu telah mengikutipenjaringan balon bupati/wakil bupati yang diselenggarakan DPD PDI Jateng.

Mas’ud yang memiliki latar belakang sebagaikonsultan manajemen dan juga pengusaha ini, memikialasan kuat untuk maju dalam pilkada, karena inginmemajukan perekonomian di wilayah KabupatenKendal.

Masih banyak potensi di Kabupaten Kendal yang belum digali. Bahkan peran UMKM yang memilikiberbagai produk unggulan, juga terkesan belumdiangkat. Itulah sebabnya, saya memberanikan dirimaju dalam pilkada dengan satu tujuan, meningkatkanpendapatan daerah dengan mengangkat potensiwilayah. Di samping ingin mensejahterakan rakyatsecara menyeluruh,” tuturnya ketika dihubungi saatdirinya berada di Kota Semarang, semalam (Selasa11/2).

Dikatakan, potensi unggulan Kabupaten Kendal dibagimenjadi tiga bagian. Masing-masing, potensi perikanandan kelautan, pertanian dan perkebunan, serta sektorpariwisata yang keberadaannya sudah mulai dikenalmasyarakat.

Sayangnya, keseluruhan potensi tersebut belumdimanfaatkan secara optimal, sehingga kesejahteraanrakyatnya pun masih jauh dari cukup. Terbukti, hinggakini masih banyak warga Kendal yang memilih bekerjadi luar daerah (boro). Bahkan banyak di antaranyayang nekad menjadi TKI atau TKW.

Apabila saya terpilih, saya akan berusahamenciptakan lapangan pekerjaan dengan upah yang layak. Sehingga warga Kabupaten Kendal tidak adalagi yang boro, apalagi bekerja di luar negeri denganprofesi hanya sebagai buruh atau asisten rumahtangga,” tandas Mas’ud.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *