Umat Kristiani Merasa Seperti Dianaktirikan

SEMARANG (Asatu.id) – Badan Musyawarah Antar Gereja ( Bamag) Kota Semarang menurut rencana akan menyelenggarakan seminar  ‘Mempertahankan gereja yang diresolusi’

Acara yang digelar di Hotel Horison, Rabu (12/2), akan menampilkan pembicara berskala nasional. Acara akan dihadiri para pendeta yang ada di Kota Semarang.
Kegiatan tersebut sengaja diselenggarakan, tampaknya berawal dengan adanya pembangunan gereja GBI Tlogosari yang tersendat, karena kurang mendapat persetujuan dari warga sekitar.
Ketua Bamag Kota Semarang, Bambang Mulyono yang diminta konfurmasinya, siang tadi mengungkapkan, negara Indonesia adalah negara Pancasila yang mengakui adanya lima agama, termasuk di antaranya agama Kristen.
“Seharusnya,  dalam pembangunan tempat-tempat ibadah, juga tidak dibedakan. Masjid saja bisa dubangun dimana saja. Karenanya, wajar kalau gereja juga bisa dibangun di dalam kampung,” tuturnya.
Selama ini sambungnya, umat Kristiani merasa seperti dianaktirikan. Setiap kali akan bangun tempat ibadah, sering terkendala dengan berbagai masalah. Termasuk pembangunan GBI di Tlogosari, juga terkendala dengan adanya sebagian warga yang kurang setuju.
Meski demikian. Dia merasa salut dengan sikap Walikota Semarang H Hendrar Prihadi yang telah menegaskan, tidak akan mencabut IMB yang telah disiapkan oleh GBI.
Sementara Benediktus Narendra Keswara, anggota DPRD Kota Semarang dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dihubungi secara terpusah, mendukung atas sikap Walikota Semarang.
“Saya salut dengan sikap pak Walikota yang menegaskan tidak akan mencabut IMB GBI. Namun saya berharap, agar pak Walikota ikut serta membantu menyelesaikan permasalahan sosial yang timbul akibat adanya pembangunan GBI tersebut,” ujarnya.
Seperti diketahui, pembangunan GBI di jalan Malangsari, Tologosari Semarang brrjalan tersendat. Pasalnya, UMB pembangunan gereja yang dibuat tahun 1998, dipermasalahkan oleh warga. Namun Walikota Semarang dslam pertemuannya dengan pengurus GBI dan FKOB, telah menegaskan, tidak akan mencabut IMB pembangunan GBI.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *