Produk-Produk UMKM Angkat Pertumbuhan Ekonomi Di Kabupaten Semarang

UNGARAN (Asatu.id) – Tanpa banyak orang tahu, wilayah Kabupaten Semarang, ternyata banyak memiliki aneka macam kerajinan. Selain produkunggulan berupa aneka jenis makanan khas, jugamemiliki produk unggulan lainnya, di antaranyaproduk batik, kerajinan lampu hias dari batok kelapa, kerajinan hiasan dinding dari bahan kuningan, bordir, dan aneka macam cinderamata lainnya.

Justru berasal dari produk-produk unggulan itulah, pertumbuhan ekonomi di wilayah KabupatenSemarang dapat meningkat. Angka pengangguran dankemiskinan juga terkikis. Apalagi dengan adanyaindustri-industri garmen yang mampu menyedot ribuantenaga kerja,” tutur Heru Cahyono SE MM, Ka Dinkop, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Semarang ketika dihubungi di ruangkerjanya, Selasa (11/2).

Untuk memasarkan produk-produk unggulannyatersebut katanya, pihaknya mengarahkanpemasarannya antara lain melalui koperasi-koperasiserba usaha yang ada di wilayahnya. Dengan cara itu, nantinya tidak saja UMKM nya yang maju, namunkegiatan koperasinya pun ikut terdongkrak.

Produk kain batik Gedongsongo misalnya, dipasarkandi koperasi-koperasi yang ada di wilayah  KabupatenSemarang. Sedangkan pemerintah kabupaten, mendorong pemasarannya dengan cara pemakaianseragam batik pada setiap hari Rabu bagi parakaryawan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkunganPemkab Semarang.

Batik yang dikenakannya pun, bukan asal batik.Melainkan batik produk lokal, yakni batik Gedongsongo. Begitu pula dengan para siswa-siswiSD, SMP, dan SLTA di wilayah tersebut, juga diimbauuntuk mengenakan batik produk lokal sekali dalamseminggu.

Dengan cara seperti ini, produk-produk lokal akanbisa dikenal. Apalagi kualitasnya juga tidak kalahdengan produk batik dari dearah lain. Belum lagi, harganya sangat terjangkau bagi masyrakat kelasmenangah ke bawah. Karena perpotong hanya berkisarantara Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu,” tutur Heru.

Menyinggung perkembangan lembaga perkoperasianyang ada di wilayahnya, Kadinkop yang didampingiKabid Koperasi Dinkop, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Semarang, Ny TimangSetyorini SH MH mengungkapkan, mulai adaperkembangan yang menggembirakan.

Saat ini diwilayahnya tercatat ada 376 koperasi.Namun yang aktif hanya berkisar 184 koperasi. Atasdasar itu, pihaknya memacu dengan berbagaipembinaan dan pelatihan, agar para pengurusnya bisalebih giat dalam upaya memajukan koperasi yang dikelolanya.

Memang kesadaran masyarakat untuk hidupberkoperasi masih sangat kurang. Bahkan mereka lebihmemilih jasa bank thithil untuk meminjam dana, daripada ke koperasi. Ini yang secara perlahan tapi pasti, harus kita kikis habis,” tutur Ny Timang Setyorini.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *