Pendidikan Guru, Sebaiknya Dikembalikan ke IKIP

SEMARANG (Asatu.id) – Seorang guru, tidak cukuphanya menguasai ilmu yang diajarkannya. Namun jugabenar-benar harus mampu mengajar para anakdidiknya.

Karena itu, para mahasiswa harus mencontoh paradosennya disaat mengajar. Itu bisa dijadikan acuan,” tutur Prof Dr Rustono M Hum, Rektor UniversitasVeteran (Univet) Semarang ketika dihubungi, kemarin.

Karenanya sambung Prof Dr Rustono, pendidkikanuntuk para calon guru, dibutuhkan semester khususguna memperoleh sertifikasi atau akta mengajar yang diberikan secara langsung. Atas dasar itu, diamengusulkan pendidikan para calon guru sebaiknyadikembalikan lagi ke IKIP (Institut Keguruan dan IlmuPendidikan).

Namun kalau tidak mungkin dikembalikan ke IKIP lagi, setidaknya selama dua tahun para calon guru ini, difasilitasi oleh pemerintah agar bisa diasramakan, diberi bea siswa dan diberi jaminan adanyapengangkatan sebagai PNS serta penempatannya,”tandas Rektor Univet. Univet sebelumnya adalah IKIP Veteran Semarang.

Jadi katanya, pendidikan calon guru tidak bisadilakukan secara asal-asalan. Apalagi dengan sistempengajaran jarak jauh. Dikhawatirkan, nanti serapanilmu keguruannya tidak maksimal. Dampaknya, sistemmengajar yang diberikan kepada para anak didiknya, juga kurang berkualitas.

Sementara Rektor Universitas PGRI Semarang (Upgris), Dr Muhdi SH MHum yang dihubungi secaraterpisah mengungkapkan, salah satu masalah dilapangan yang hingga kini belum diantisipasi dalampenyiapan tenaga guru adalah, adanya tugassampingan. Yakni, tugas-tugas administratif.

Sebaiknya, seorang guru harus fokus pada tugasmengajar, guna meningkatkan kualitas para anakdidiknya. Sedangkan tugas-tugas administrasi, diserahkan kepada petugas yang khusus dipersiapkanuntuk menangani masalah tersebut,” tuturnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *