Hindari Persaingan Tidak Sehat Pertumbuhan Mall Harus Diatur

SEMARANG (Asatu.id) – Ketua DPD REI Jateng, MrSupriyanto MM mengungkapkan, pertumbuhan mall disuatu kota harus di atur. Jumlahnya dibatasi, sehingga tidak akan terjadi persaingan yang tidaksehat.

Di Kota Semarang misalnya, kini keberadaan mall bagai jamur di musim penghujan. Persaingan pun berlangsung secara ketat. Akibatnya, beberapa mall atau super market yang kalah bersaing terpaksa gulungtikar. Meski demikian mall-mall yang lebih megah danbesar, juga tetap hadir. Kegiatan kanibal antar mall pun semakin seru.

Itulah sebabnya, pertumbuhan harus dibatasi denganaturan yang sudah diberlakukan. Sesuai ketentuan, jumlah penduduk 200.000 orang dengan didukungjumlah penduduk dari daerah sekitarnya sebanyak 1 juta orang, baru bisa didirikan satu mall,” kataSupriyanto yang juga dikenal sebagai kontraktorpembangunan mall ini ketika dihubungi di kantornya, kemarin.

Dia berharap, pemerintah setempat harus dapatmengatur secara tepat, tidak asal mengeluarkan izinpendirian mall. Kalau hal itu dibiarkan, maka sebagianmall-mall yang sudah ada, pasti akan mati. Dan akanmuncul persaingan yang kurang sehat. Di antaranya, saling banting harga produk-produk dagangannya.

Apalag saat ini bisnis ‘on line’ mulai marak. Banyakkonsumen mall atau super market yang lariberbelanja dengan sistem ‘on line’. Mau tidak mau, pelanggan mall mulai berkurang. Berbelanja secara ‘on line’ katanya, harganya lebih murah dan diantar sampaike tempat tujuan. Atas dasar itu, para pebisnis mall harus mulai hati-hati dan berhitung tentang untungruginya.

Ketika disinggung tentang perkembanganpembangunan kawasan industri yang mulai marak dibeberapa daerah di Jateng, Ketua DPD REI Jateng inijustru menyambut baik. Pembangunan kawasanindustri, termasuk salah satu bagian pekerjaan darianggota REI. Selain membangunan kawasanperumahan, juga membangun kawasan industri, objekwisata, mall, dan kawasan kota baru.

Beberapa kawasan industri yang sedang digarap olehPemrov Jateng antara lain adalah, Kawasan IndustriKendal (KIK), kawasan industri di wilayah KabupatenBrebes, dan di sekitar Candi Borobudur. Sedangdibeberapa kabupaten juga sedang menggagarapkawasan-kawasan industri, meskipun lokasinya tidakterlalu luas.

Pembangunan kawasan industri, di wilayah Kendal misalnya, tentunya harus mulai diantisipasi denganpengembangan Bandara Achmad Yani dan PelabuhanTanjung Emas. Ada wacana, di wilayah KabupatenKendal juga akan dibangun pelabuhan yang khususmengangkut container dan barang-barang lain. Sedangkan Pelabuhan Tanjung Emas hanyadifungsikan sebagai pelabuhan penumpang.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *