Siswa SDN 1 Lebakwangi dilatih Siaga Bencana

PAGEDONGAN (Asatu.id) – Puluhan siswa kelas 4, 5 dan 6 SDN 1 Lebakwangi Kecamatan Pagedongan dibekali pengetahuan Ayo Siaga Bencana oleh PMI Kabupaten Banjarnegara.

Kegiatan yang dilaksanakan selama satu hari (Selasa 4/2) tersebut diisi dengan berbagai materi dasar Sekolah Siaga Bencana.

Kepala SDN 1 Lebakwangi Kecamatan Pagedongan Atut Sugiarti mengatakan, kegiatan Sosialisasi dan pelatihan Sekolah Siaga Bencana tersebut merupakan program kegiatan belajar siswa untuk memenuhi pendidikan karakter siswa yang terintegrasi menuju sekolah siaga bencana.

“Sekolah siaga bencana menjadi sangat penting mengingat wilayah lebakwangi ini masuk kategori rawan bencana alam, sehingga anak anak perlu dikenalkan sejak dini tentang mitigasi bencana alam,” paparnya.

Pihaknya menggandeng PMI Kabupaten Banjarnegara dengan harapan sesuai dengan program sekolah dimana juga membekali anak anak tentang ilmu PMR dan dokter kecil agar lebih paham serta mengerti tentang konsep Sekolah Siaga Bencana.

Ketua PMI Kabupaten Banjarnegara Setiawan mengapresiasi Program SDN 1 Lebakwangi yang dengan sigap memberikan edukasi, pemahaman dan pendidikan tentang Siaga Bencana sedini mungkin agar anak anak mengenal lingkungan sekitar dan paham tentang potensi bencana alam disekitar kita.

“pemahaman dan pengetahuan tentang bencana alam memang perlu sedini mungkin, agar anak anak tau dan mengerti lingkungan sekitar serta potensi apa saja dan bagaimana langkah yang harus mereka perbuat di rumah atau lingkungannya” ujarnya.

Lewat pendidikan dan pengenalan tentang siaga bencana sedini mungkin diharapkan langkah kecil bisa mereka terapkan seperti buang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan lingkungan, memberikan pertolongan dasar, serta mengajak teman seusianya untuk bersama sama menjaga pola hidup bersih dan sehat.

Sementara itu fasilitator PMI Banjarnegara Tri Setiadi mengatakan dalam kegiatan tersebut diberikan beberapa materi seperti Kepalangmerahan, pertolongan pertama, Ayo Siaga bencana yang diakhiri simulasi bencana alam.

“kami juga memasang beberapa petunjuk jalur evakuasi serta edukasi mendasar kepada adik adik agar menjadi agen penolong dan peduli di Sekolah, keluarga dan lingkungan agar mulai timbul rasa kemanusiaan dan empati kepada sesama,” tukasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *