Menpan RB: Yang Tidak Bisa Jadi ASN Jangan Sampai Telantar

BATANG (Asatu.id) – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Tjahjo Kumolo menyampaikan bahwa daerah tidak mengangkat tenaga honorer lagi. Dalam setahun atau dua tahun ini, persoalan penataan itu akan selesai dilakukan.

“Sehingga ke depan semua tertata rapi untuk membangun sistem tata kelola pemerintahan yang baik. Mereformasi birokrasi memang harus dimulai dari awal,” tandasnya.

Disinggung soal nasib tenaga honorer, Tjahjo mengatakan sudah menjadi pembahasan sejak 2018 lalu. Pemerintah sudah berupaya melakukan penyaringan termasuk tes ulang tenaga honorer yang dapat diangkat menjadi ASN.

“Yang tidak memenuhi standar, pemerintah tetap berupaya menjadikannya Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Minimal jangan sampai karena faktor usia, mereka tidak bisa menjadi ASN kemudian telantar. Kami akan perhatikan,” katanya.

Politikus PDIP itu juga menyampaikan bahwa pihaknya dalam persoalan ini sudah bertemu dengan berbagai instansi.

“Kemendikbud itu yang terbanyak, karena honorer terbesar memang guru, kedua honorer di pegawai kesehatan,” kata Tjahjo saat menghadiri peresmian Mall Pelayanan Publik milik Kabupaten Batang, Kamis (23/1).

Saat peresmian Mall Pelayanan Publik, Menpan RB Tjahjo Kumolo juga mengapresiasi Pemprov Jateng yang serius dalam mewujudkan pelayanan prima kepada masyarakat. Tjahjo berharap, seluruh Kabupaten/Kota di Jateng dapat segera memilikinya.

“Saya harapkan maksimal dalam waktu dua tahun, semua daerah di Jateng memiliki fasilitas ini, agar pelayanan kepada masyarakat semakin cepat,” pungkasnya.

Mall Pelayanan Publik di Kabupaten Batang didirikan atas kerjasama berbagai instansi. Mall tersebut dapat melayani 329 urusan pelayanan publik, seperti perizinan, pembuatan paspor, BPJS, pelayanan Kantor Pos dan lainnya. Terbaru, di tempat itu masyarakat dapat melakukan perpanjangan SIM dengan mekanisme drive thru.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *