Gus Yasin: Di Sekolah Kok Pungline Ya Akeh

SEMARANG (Asatu.id) – Sejak tahun lalu Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Jawa Tengah memiliki program Satgas Saber Pungli Goes To School. Program ini sebagai bentuk tanggapan masyarakat terhadap pembohong pungutan yang dilakukan oleh sekolah.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mendukung sosialisasi Satgas Saber Pungli yang dilakukan di sekolah. Apalagi, agenda besar Presiden RI Joko Widodo pada periode kedua kepemimpinannya adalah pengembangan SDM unggul.

“Di sekolah kok pungline ya akeh (Di sekolah kok punglinya ya banyak). Bagaimana kita bisa membentuk SDM yang unggul dan berintegritas jika pungli di sekolah tinggi? Integritas ini yang perlu kita awasi,” kata Taj Yasin yang juga Pengendali Satgas Saber Pungli Jateng saat Rakor Satgas Saber Pungli Jawa Tengah, di Ruang Rapat Integritas, Kantor Inspektorat Jateng, Selasa (21/01).

Gus Yasin, sapaan akrab Wagub menambahkan, Pemprov Jateng saat ini sedang membangun inovasi untuk memberikan kemudahan pelayanan masyarakat kepada masyarakat. Harapannya, semakin mudah pelayanan yang diberikan, mereka tidak akan malas memenuhi keperluannya.

“Pungli ini jika dibiarkan rentan masuk ke suap. Level yang lebih tinggi. Maka sudah semestinya kita saat ini aktif membersihkan pungli, ”tandasnya.

Kepala Inspektorat Jateng Hendri Santosa menambahkan, sejak 2019, satgas saber pungli Jateng melaksanakan program Satgas Saber Pungli Goes to School. Sekolah SMK SMA di Jawa Tengah yang menjadi kewenangan pihaknya.

Dalam program itu, Satgas Sabre Pungli memberikan sosialisasi kepada kepala sekolah, guru, komite sekolah dan siswa. Mengapa sekolah dijadikan sasaran sosialisasi? Sebab pungli di sekolah negeri atau swasta banyak diadukan masyarakat.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *