Masyarakat Dukung Eks Keraton Agung Sejagat Jadi Destinasi Wisata

PURWOREJO (Asatu.id) – Nama Keraton Agung Sejagat di Pogung Juru Tengah, Bayan, Purworejo, memang tengah jadi primadona di dunia maya. Bahkan selama beberapa hari sempat trending di medsos, pertama waktu kirab dan saat raja serta ratunya ditangkap.

Namun sejak awal kabar itu viral, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo hanya menanggapi sebagai peristiwa lucu-lucuan saja. Dan akhirnya, suami Siti Atikoh itu mengunjungi lokasi Keraton Agung Sejagat pada Selasa (21/1).

Ganjar yang tiba pada pukul 17.15, disambut ribuan masyarakat yang memadati sekitar keraton. Ganjar juga disambut Namono, pria yang mengaku sebagai sang juru bangunan sekaligus penjaga keraton. Sudah tidak ada suasana serius seperti saat kirab beberapa hari lalu, setelah sang raja dan permaisuri ditangkap polisi.

Ganjar pun sempat menanggapi peristiwa itu sebagai lucu-lucuan belaka. Dan nyatanya masyarakat memang terhibur dengan peristiwa yang terjadi.

“Ini keraton harus lucu. Masyarakat maunya lucu-lucuan kok. Tapi kalau mau dirikan kerajaan dan pengin jadi raja izin dulu. Boleh. Yang tidak boleh itu bohong-bohongan.
Kalau ada situsnya, ada urut-urutannya malah kita dorong,” kata Ganjar menanggapi rencana lokasi keraton yang akan dijadikan sebagai destinasi wisata..

Masyarakat pun sangat mendukung jika eks Keraton Agung Sejagat itu jadi destinasi wisata baru di Purworejo. Nyatanya meskipun sudah dikelilingi police line, masyarakat tetap saja berduyun-duyun ke sana. Entah sekadar melihat maupun berfoto di depan gapura keraton.

“Iya ini sama anak-anak dan suami. Pengin lihat saja. Tidak dari sini, dari kecamatan tetangga, desa Sangubayu,” kata Septi Kurnia Ningsih setelah selfie dengan anaknya di tepi kolam atau Sendang Kamulyan.

Di sisi lain, ramainya pemberitaan maupun upload-an tentang keraton itu justru membawa berkah bagi pedagang-pedagang kaki lima.

Doni Yubhar, misalnya, yang berjualan kudapan khas Purworejo, Geblek. Sudah lima hari ini dia berjualan bersama sang istri. Menurutnya hampir 24 jam dalam lima hari terakhir pasti ada pengunjung yang datang.

“Paling ramai hari Minggu kemarin, saya jualan seperti ini saja dapat uang hampir satu juta. Harapannya ya semoga pemerintah memutuskan yang terbaik saja lah. Bagus untuk wisata,” katanya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *