Ganjar Minta Nasi Pagar Dipromosikan kepada Wisatawan

GROBOGAN (Asatu.id) – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, Jawa Tengah memiliki banyak potensi kuliner khas yang dapat dikembangkan. Untuk itu, dirinya sangat senang, saat orang Grobogan menggelar Festival Nasi Pagar.

“Bayangkan, nasi pagar difestivalkan orang ramainya seperti ini. Ke depan ini dapat dikembangkan menjadi agenda wisata tahunan, tentunya dengan penambahan menu khas lainnya yang menggoda selera,” kata Ganjar saat menghadiri Festival Nasi Pagar 2020 di Kecamatan Godong Grobogan, Minggu (19/1).

Nama nasi pagar, lanjut Ganjar, sudah sangat menjual. Namanya yang unik, tentu akan membuat orang khususnya wisatawan penasaran ingin mencoba.

“Namun tidak cukup kalau hanya dibungkus daun dengan harga Rp2500-4000. Kalau ingin naik kelas, kemasannya harus lebih menarik dan dijual di tempat-tempat seperti hotel atau restoran agar nasi pagar terkenal di pecinta kuliner nasional dan mancanegara,” pinta Ganjar yang datang dengan mengontel sepeda dari Semarang bersama istrinya, Siti Atikoh.

Salah satu penjual nasi pagar, Kusriyah (65) mengatakan, nasi pagar merupakan penganan khas daerah Godong. Makanan ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan tetap dilestarikan.

“Hampir mirip dengan pecel, bedanya di bahannya yakni ada mlanding dan srundeng asin. Rasanya juga enak, dengan harga mulai Rp2500-4000 bisa menikmati makanan ini,” kata dia.

Kusriyah berharap, festival makanan khas seperti ini sering digelar oleh pemerintah. Dengan begitu, maka makanan peninggalan nenek moyang ini akan terus dikenal dan dilestarikan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *