Mahasiswa USM Sosialisasi Tentang Pentingnya Pendidikan Sexs Sejak Dini

Semarang (Asatu.id) – Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Semarang mengadakan kegiatan sosialisasi “Ajarkan Generasi Muda Pendidikan Seks Sejak Dini” kepada karang taruna Rw 04 Kelurahan Wonosari Kec. Ngaliyan Semarang (11/01/2020).

Maraknya pergaulan bebas diberbagai kalangan anak muda sungguh merisaukan masyarakat karena akan berakibat fatal dan merugikan bagi diri sendiri. Pergaulan bebas yang tidak terkontrol salah satunya timbulnya pelecehan seksual maupun kekerasan seks. Pelecehan maupun kekerasan seksual disini bisa dalam bentuk perilaku yang bekonotasi seksual yang dilakukan sepihak dan tidak diharapkan oleh orang yang menjadi sasaran sehingga menimbulkan reaksi negatif. Maka mulai dari dini diwajibkan untuk menjaga kesehatan organ tubuh yang utama bagian reproduksi.

Berbicara tentang kesehatan organ reproduksi, penyakit yang menyerang organ yang tidak yaitu HIV. “Bagaimana sih untuk bisa menghidari teman yang terkena HIV?” Tanya salah satu peserta bersama Risky.

“Hindari penyakitnya bukan orangnya, yang kebanyakan orang tau penyakit HIV/AIDS ini kalau bersalaman akan tertular padahal itu bukan faktor kita bisa tertular melainkan darah yang bisa membuat kita tertular penyakit HIV/AIDS. Maka jika berteman dampingi dan pastikan saling terbuka”. Jawab pembicara kegiatan sosialiasi Anna Dian Savitri, S.Psi, M.Si.

Seperti halnya kasus beberapa hari belakangan, media-media di Inggris dan Indonesia memberitakan kasus kekerasan seksual, yaitu kasus “pemerkosaan terbesar dalam sejarah Inggris” yang dilakukan mahasiswa Indonesia bernama Reynhard Sinaga, kita bisa membaca kombinasi antara pemberitaan yang berorientasi dan menghargai privasi korban dengan disiplin mengawali proses pengadilan selama hampir dua tahun belakangan berhasil memberikan gambaran lengkap betapa brutal dan mengerikan kasus ini.

“Reynhard sendiri sangat menikmati dan tidak merasa bersalah tentang apa yang sudah dilakukan karena dia susah terbiasa melakukannya sejak dini, walaupun telah dijatuhi hukuman oleh pengadilan kita bisa melihat Reynhard sendiri tidak menunjukkan ekspresi apapun. Itu sudah bisa dikategorikan bahwa dia memiliki kelainan pada dirinya yang disebut psikopat”, ungkap Anna Dian Savitri, S.Psi, M.Si.

Anna Dian Savitri, S.Psi, M.Si. menambahkan, “Dalam kondisi Reynhard ini dalam pemberitaan telah tercatat sebanyak 195 korban anak remaja laki-laki, perlu diperhatikan ketika dia melakukan yang pertama kali dia merasa kok enak ya, maka hal itu akan dilakukan secara terus menerus dan dia merekam aksinya, bahkan korban melakukan seks itu dalam keadaan tidak sadarkan diri.”

Penting sekali kesehatan reproduksi remaja dijaga mulai dari dini/sejak kecil bahkan sudah diajarkan mana yang baik dan buruk bagi tubuh kita. Kondisi sehat menyangkut sistem(fungsi, komponen dan proses) reproduksi yang dimiliki remaja. Kondisi sehat sendiri adalah sehat secara fisik, mental, dan sosial.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *