Di Tenda Pengungsi, Ibu-ibu Curhat ke Ganjar

DEMAK (Asatu.id) – Tiga tenda pengungsian didirikan warga Trimulyo Guntur Demak di sekitar tanggul Sungai Tuntang. Sekitar 20 warga bertahan di sana dalam lima hari terakhir, setelah wilayahnya diterjang banjir pada Rabu (8/1) malam. 

Tenda-tenda pengungsian itu berjarak 100 meter dari tanggul sungai yang jebol. Beberapa warga lainnya memilih mengungsi di kantor kepala desa, kecamatan dan rumah-rumah yang tidak terkena banjir.

Sembari mengecek pengerjaan tanggul, Senin (13/1), Gubernur Ganjar Pranowo masuk ke tenda dan menyalami para pengungsi yang umumnya wanita. Mereka terkejut dengan kedatangan Ganjar. Tak berapa lama, momen itu mereka gunakan untuk berkeluh kesah dengan Ganjar tentang banjir yang menerjang rumahnya.

“Kemarin (pengungsinya) semua warga yang dekat sini. Banyak juga yang di rumah tetangga yang tempatnya lebih tinggi, ke kantor pak lurah dan kecamatan. Kami nyari tempat yang lebih tinggi karena banjir malam setinggi perut,” kata Sokhifatun (47), salah satu warga Desa Trimulyo yang terdampak banjir.

Sokhifatun tinggal di tenda biru bersama suami, anak dan cucunya. Dia mengatakan, banjir yang menerjang desanya ini merupakan yang terparah kedua setelah tragedi banjir pada 1993 dengan penyebab yang sama, yaitu tanggul Sungai Tuntang jebol.

“Hari ini sudah surut. Itu baru saja selesai tetapi belum digarap. Jika kondisi saya ya, susah air bersih pak. Jadi susah mandi dan buang air besar. Kalau soal makan alhamdulillah maka dari dapur umum ngirimi terus. Ini tadi sama oseng tempe dan gereh,” kata Sofikhatun.

“Nggih sampun (ya sudah), yang penting panjenengan sehat. Kalau terasa sakit langsung ngomong pak lurah biar langsung diatasi,” kata Ganjar menanggapi keluhan warga.

Saat ini sebagian besar warga yang mengungsi telah berangsur pulang ke rumah masing-masing. Ganjar mengatakan, di posko pengungsian saat ini hanya menyisakan 473 jiwa.

“Sekarang mereka gotong royong saling membantu membersihkan rumah. Ada beberapa kemungkinan penyakit, tapi tim kesehatan Pemkab Demak di-backup  Pemprov Jateng selalu  siaga,” terang Gubernur.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, pihaknya telah melakukan  droping air bersih di beberapa titik, khususnya di posko pengungsian. Selain itu pihaknya juga menyediakan toilet umum. Sementara, untuk logistik pengungsi hingga saat ini masih mencukupi.

“Yang susah saat ini kan memang itu (air bersih). Untuk logistik aman, jika tidak kami akan turun lagi,” tegas Ganjar.  

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *