Warga Blora Ramaikan Pendaratan Pertama Pesawat di Bandara Ngloram

BLORA (Asatu.id) – Bandara Ngloram, Cepu, Kabupaten Blora yang biasanya menjadi tempat menjemur padi mendadak ramai dipadati warga, Sabtu (11/1). Sambil menggandeng anak-anak mereka, ribuan warga berduyun-duyun memadati bandara yang dibangun sejak 1980 itu.

Sejak pagi hari, mereka menunggu di pinggir-pinggir lintasan. Ada pula anak-anak yang berlarian ke tengah lintasan, orang tua mereka menyaksikan sambil asyik berselfie ria.

Apa hal gerangan yang membuat warga begitu antusias mengunjungi bandara yang puluhan tahun mangkrak? Ternyata, mereka ingin menjadi saksi sejarah kebangkitan Bandara Ngloram.

Dan akhirnya, pada Sabtu (11/1) sore, pesawat King Air 200GT mendarat untuk pertamakalinya setelah bandara tersebut mangkrak, 34 tahun silam.

Pembangunan kembali Bandara Ngloram merupakan hasil kerjasama Pemprov Jateng dan Pemkab Blora yang bersama-sama mengusulkan ke Kementerian Perhubungan.

“Penasaran dan pengen lihat. Katanya ada pesawat yang mau mendarat di sini (Bandara Ngloram), jadi pada berduyun-duyun ke sini,” kata Andre Wisnu Prianto (56), salah satu warga.

Selama ini, lanjut dia, tidak ada aktivitas pesawat di bandara tersebut. Sehingga, kabar tentang pesawat mendarat di Bandara Ngloram membuat geger warga sekitar.

“Seneng ya, ini ngajak anak-anak karena biar mereka bisa lihat pesawat. Anak-anak suka dengan pesawat, kami yang tua juga penasaran,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Nyarmi (45), warga lainnya. Sebagai warga asli Blora, Nyarmi bangga di daerahnya dibangun sarana transportasi udara yang besar.

“Harapannya Blora akan semakin maju dengan adanya bandara ini. Kan sekarang sudah komplit, kereta api ada, bus ada, dan sekarang pesawat juga sudah ada. Ini akan semakin memudahkan transportasi masyarakat, dan pastinya akan berdampak besar bagi kemajuan Blora,” ucapnya.

Sekadar diketahui, Bandara Ngloram diperbaiki kembali pada 2018 lalu. Ditargetkan, pada 2020 nanti, bandara tersebut dapat beroperasi untuk kepentingan komersial.

Saat ini, di lokasi itu baru dibangun landasan pacu sepanjang 1.200 meter dan akan terus dibangun sepanjang 2.600 meter. Sementara pembangunan terminal dan fasilitas pendukung lainnya, akan dimulai pada tahun ini.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo beberapa waktu lalu sempat mengecek pembangunan Bandara Ngloram. Ganjar berharap, keberadaan Bandara Ngloram dapat mendongkrak perekonomian masyarakat Blora dan sekitarnya.

“Tahun 2020 bandara ini ditargetkan beroperasi. Semoga dengan adanya bandara ini, perekonomian masyarakat menjadi terdongkrak, pariwisatanya juga bergeliat,” ujar Ganjar.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *