Akhirnya Nasib Bandara Ngloram Tak Lagi Suram

BLORA (Asatu.id) – Bandara Ngloram, Cepu, Kabupaten Blora, akhirnya benar-benar bisa dipakai untuk pendaratan pesawat. Mesin pesawat King Air 200GT, pada Sabtu (11/1), terdengar meraung dari kejauhan. Cuaca mendung dan angin yang mendukung, membuat pesawat jenis ATR itu mendarat mulus di bandara baru itu.

Ribuan masyarakat yang menanti sejak pagi begitu antusias menyaksikan moment langka yang dinantikan sejak 34 tahun silam. Mereka bersorak, melambaikan tangan serta mengabadikan moment itu menggunakan kamera handphone masing-masing saat pesawat berhasil mendarat pukul 16.30 WIB.

Sejumlah anak-anak juga berteriak histeris karena senangnya melihat pesawat terbang melintas tepat di atas mereka.

“Senang sekali rasanya melihat pesawat mendarat di daerah kami. Ini baru pertama kali, jadi wajar kalau masyarakat begitu antusias dan berbondong-bondong datang ke bandara untuk melihat,” kata Murtini (35), salah satu warga.

Murtini berharap, bandara baru tersebut dapat mendongkrak perekonomian masyarakat. Selain itu, proses transportasi masyarakat juga semakin mudah.

“Sekarang sudah komplit di sini, mau bepergian pakai kereta api bisa, bus bisa dan mau naik pesawat juga sudah ada. Bangga dan senang sekali rasanya,” ucapnya.

Pendaratan King Air 200GT membuka sejarah baru penerbangan di bandara yang dibangun sejak tahun 1980 itu. Setelah tak lagi digunakan dan mangkrak, jalur lintasan bandara kemudian dimanfaatkan warga untuk menjemur padi. Namun kini, nasib Bandara Ngloram tak lagi suram.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo beberapa waktu lalu sempat mengecek pembangunan Bandara Ngloram. Ganjar berharap, keberadaan Bandara Ngloram dapat mendongkrak perekonomian masyarakat Blora dan sekitarnya. 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *