Usaha Mantan Napiter akan Difasilitasi Pemprov

SEMARANG  (Asatu.id) – Para mantan narapidana teroris (napiter) yang tergabung dalam Yayasan Gema Salam yang akan berwirausaha akan difasilitasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk pelatihan keterampilan dan wirausaha produktif.

“Para mantan napiter akan kita latih membuat makanan ternak, makanan ringan, maupun bermacam kerajinan tangan. Dinas Koperasi dan UMKM akan membantu memfasilitasi pelatihan, termasuk membantu memberikan izin PIRT dan sertifikat halal,” kata Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen saat menerima pengurus Yayasan Gema Salam, di ruang diskusi, Kamis (9/1).

Gus Yasin, sapaan Taj Yasin, mengatakan bahwa dia bisa mendapatkan pelatihan keterampilan dan wirausaha, termasuk para narapidana yang sudah bebas dari tahanan dan kembali ke NKRI kemudian hidup berbaur dengan masyarakat.

“Kalau sementara ini sudah ada yang beternak kambing dan budidaya lele itu sudah bagus. Nanti bisa dikembangkan dengan membuat pakan ikan, membuat kue dan makanan ringan, juga kerajinan lainnya. Selain diberikan pelatihan membuat makanan juga digarap mengemas hingga pemasarannya,” jelasnya.

Ketua Yayasan Gema Salam, Jack Harun menjelaskan, yayasan yang diasuhnya merupakan wadah bagi mantan narapidana teroris yang ada di wilayah Jawa Tengah. Memiliki 40 mantan napiter yang telah kembali ke NKRI dan hidup bersama keluarga masing-masing.

“Kami mengundang Pak Wakil Gubernur Taj Yasin untuk menindaklanjuti perihal pemberdayaan para mantan napiter. Kami berharap ada pelatihan yang mengarah ke ekonomi produktif, karena para mantan napiter juga harus bekerja demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, ”katanya.

Selama ini, kata dia, anggota Yayasan Gema Salam membudidayakan kambing, sapi, dan lele secara mandiri. Selain membuat kerajinan blangkon khas Jateng secara otodidak atau tanpa pelatihan khusus. Dengan adanya pelatihan dari pemerintah provinsi, diharapkan para mantan napiter lebih kreatif dan menghasilkan produk yang inovatif sehingga banyak diminati masyarakat.

“Selain pelatihan wirausaha, kami juga berharap adanya koperasi untuk mengakomodir berbagai produk hasil kerja anggota dan bisa berpartisipasi dalam pameran sehingga produk kami banyak peminat,” harapnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *