Gus Yasin Temukan Aktivitas Penambangan di Kemalang Klaten

KLATEN (Asatu.id) – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen bersama jajaran Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral Jateng, melakukan sidak kegiatan pertambangan di Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Selasa (7/1). Sidak dilakukan di tiga titik, yaitu satu titik di Desa Sidorejo, dan dua titik di Desa Kendalsari. 

Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 70 tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Taman Nasional Gunung Merapi, pada pasal 29 ayat 2 tertuang, pola rencana ruang Taman Nasional Gunung Merapi untuk kawasan lindung dan budidaya. Tidak ada peruntukan Kegiatan Penambangan.

“Sudah dituangkan, diputuskan, itulah di sana mewakili kawasan pertanian, perkebunan, perumahan, pariwisata. Tidak mencantumkan kawasan Penambangan,” katanya.

Namun fakta di lapangan, imbuh Gus Yasin, sapaan Wagub, aktivitas penambangan masih dijumpai. Bahkan, sudah seperti kawasan tambang. Maka, pertimbangkan itu harus disikapi dengan langkah bijak, mengingat tidak sedikit masyarakat yang mencari nafkah dari penambangan.

“Tadi kita sudah berembuk dengan Pemkab Klaten, bagaimana meminta masyarakat tetap berdaya. Harus ada pendampingan, ”harapnya

Pihaknya pun meminta Dinas Pertanian Petah dan Perikanan Kabupaten Klaten untuk memberikan bantuan langsung. Apalagi, berdasar pengecekannya, lahan di area pertambangan di Kecamatan Kemalang tergolong pinggiran kota. Jika memang ditemui ada lahan yang tidak subur, maka harus dicarikan solusinya.  Misalnya dengan penataan lahan.

“Saya berharap edukasi-edukasi diberikan pemkab (Klaten) dengan diawasi pemprov. Terkait ke depan, lahan harus sesuai peruntukannya, ”ucapnya

Gus Yasin juga berpesan untuk penambang yang belum melakukan reklamasi lahan untuk segera melakukannya. Pesan ini disampaikan, lantaran saat sidak dirinya mendapati ada bekas lahan tambang yang ditinggal begitu saja.

“Saya harap, yang sekarang bekerja di sana (tambang) tolong, penambang-penambang lama yang tidak baik, jangan diterima. Kalau harus direklamasi ya harus direklamasi,” pungkasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *