Layani Aduan Publik, Ganjar Gandeng Gojek

SEMARANG (Asatu.id) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menggandeng PT Gojek untuk memudahkan masyarakat dalam menyampaikan keluhan dan aduan mereka seputar pelayanan publik di Jawa Tengah. Nantinya, sambil menumpang di armada Gojek, masyarakat dapat mengakses kanal aduan offline yang tersedia.

Kerjasama ini merupakan tindaklanjut kedatangan Ganjar ke kantor pusat Gojek, beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan itu Ganjar mengundang Gojek terlibat pada program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, terutama yang berhubungan dengan digital.

Kolaborasi ini kemudian dikukuhkan dalam nota kesepahaman layanan aduan terintegrasi “Penggunaan Ekonomi Digital dalam Pembangunan Jawa Tengah dan Aduan Masyarakat”, yang ditandatangani Penjabat Sekretaris Daerah Pemprov Jawa Tengah Herru Setiadhie dan perwakilan Gojek, di Gedung Grhadhika Bhakti Praja, Kompleks Gubernuran, Semarang, Rabu (11/12).

Menurut Herru, Gojek digandeng selain untuk memberikan pelayanan transportasi umum, juga memfasilitasi aduan-aduan masyarakat. “Kerja sama ini bersifat rintisan pengenalan, bagaimana kita membangun penggunaan sarana-sarana elektronik untuk pemberian pelayanan terbaik untuk masyarakat,” ujarnya.

Ditambahkan, selain layanan aduan terintegrasi, kerjasama dengan Gojek ini nantinya akan mendukung program di empat dinas lainnya, yakni dinas pariwisata, dinas perhubungan, dinas pendapatan daerah, serta dinas koperasi dan UMKM dalam kaitannya dengan penggunaan ekonomi digital untuk mewujudkan Jawa Tengah provinsi cerdas.

Head of Sales GoPay Arno Tse mengatakan, Gojek akan memfasilitasi aduan masyarakat seputar pelayanan publik di Jawa Tengah melalui kanal informasi offline yang tersedia di armada Gojek. Aduan masyarakat yang masuk akan diterima dan dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Tengah, untuk ditindaklanjuti oleh dinas terkait.

Ia mencontohkan kerjasama Gojek dengan Dinas Pariwisata Jawa Tengah dalam pengembangannya akan mempromosikan potensi wisata Jawa Tengah dan mendukung transaksi pembayaran via Go-Tix dan www.loket.com.

Adapun kerjasama dengan Dinas Perhubungan adalah dengan penerapan Go-Pay sebagai alat pembayaran moda transportasi umum TransJateng.

Pihaknya juga akan mendesain agar titik kumpul atau shelter itu tertib sehingga lalu lintas dan pengguna jalan lainnya tidak merasa terganggu dengan penumpukan armada angkutan yang ada di Jawa Tengah. Gojek juga akan membantu mengembangkan dan memberikan pelatihan bagi UMKM di setiap daerah di Jawa Tengah melalui pemanfaatan aplikasi Gojek.

“Kerja sama ini akan terus kita kembangkan. Kami berharap kolaborasi membangun Jateng Smart Province ini dapat membantu masyarakat,” tandasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *