DPRD Kota Semarang Dorong Pedagang Pindah ke Pasar Johar Heritage

SEMARANG (Asatu.id) – Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Semarang mendorong penyelesaian pembangunan Pasar Johar Heritage atau cagar budaya sesuai target, yakni pada tahun 2020 mendatang.

Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Joko Susilo menginginkan Pasar Johar bisa segera ditempati para pedagang lama yang saat ini berjualan direlokasi sementara di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), jalan Alteri Soekarno- Hatta, Semarang.

“Yang mana bangunan Pasar Johar pernah dilanda kebakaran pada 9 Mei 2015 lalu, yang saat ini dibangun tetap dipertahankan sesuai bentuk aslinya,” kata Joko Susilo Senin (9/12).

Selain pembangunan Pasar Johar lama ini, bangunan Pasar Johar baru yang dulunya bernama pasar Kanjengan yang juga mengalami kebakaran pada 2016 lalu, juga dibangun empat lantai oleh Pemkot Semarang. Nantinya, kawasan Johar akan ditata lebih bagus, dan mengembalikan fungsi alun-alun seperti dulu.

“Harapan kami dari komisi B, para pedagang lama yang saat ini masih di relokasi MAJT sudah bisa pindah pada tahun 2020, sesuai dengan target yang ditetapkan Pak wali kota juga. Lalu, harapan kami juga daya tampung pembangunan di Pasar Johar ini dapat menampung semua pedagang sesuai dengan harapan pedagang. Sehingga tidak ada pedagang yang tidak mendapatkan tempat nantinya,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Joko, saat perpindahan pedagang ke Pasar Johar tidak muncul pedagang baru, semua harus sudah terdaftar di dinas perdagangan. Untuk itu, sebelum memindahkan pedagang pihaknya meminta Pemkot Semarang juga harus sudah menyiapkan pasar pendukung, agar semua pedagang bisa tertampung di pasar tersebut.

“Kami berharap ada pasar pendukung, seperti pasar Johar Baru atau yang dulu bernama Pasar Kanjengan, agar semua pedagang tertampung berjualan dan meminimalisir protes dari pedagang. Kalau ada yang bertanya, kapan pak pindah. Akan saya jawab akan kita tunggu sampai semuanya terealisasi. Sehingga pindah di pasar johar ini, tidak ada masalah lagi. Tinggal nantinya,la, pembagian los maupun kiosnya untuk pedagang yang ada,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fravarta Sadman, mengatakan, pihaknya masih menunggu dari dinas terkait seperti Distaru terkait tindak lanjut penggunaan Pasar Johar.

“Karena kewenangan, ada di Distaru, ada beberapa tahapan yang harus dilalui, diantaranya berkoordinasi dengan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) terkait persyaratan penggunaan bangunan cagar budaya tersebut,” katanya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *