Transmart Setiabudi Semarang Gelar Gerakan Ayo Makan Ikan Guna Mengurangi Resiko Demensia

SEMARANG (Asatu.id) – Alzheimers Indonesia (ALZI) mengadakan gelar “Cooking Competition” mengolah ikan dengan Citarasa Indonesia dalam rangka sosialisasi tentang apa itu demensia alzheimers yang diadakan di Transmart Setiabudi, Semarang, Minggu (1 desember).

Gelar cooking competiton juga dalam rangka memperingati bulan makan ikan dalam program BKIPM. Sebanyak 70 kilogram ikan segar yang disumbangkan oleh BKIPM untuk acara tersebut, salah satunya yakni ikan surimi, ikan mackarel, dan juga udang.

Pentingnya mengonsumsi ikan yakni sebagai sumber protein tinggi, omega3 dan nutrisi yang berperan bagi otak sehingga dapat mencegah kepikunan.

Acara tersebut bertema kurangi resiko demensia dengan makan ikan.

“ karena nilai konsumsi makan ikan di provinsi jawa tengah itu kan rendah, sedangkan nilai ekspornya tinggi oleh karena itu BKIPM mengadakan gelar kampanye makan ikan” ujar Dewi Nalasari selaku Ketua Komunitas Alzi Semarang.

Dalam kegiatan tersebut dikemas menarik dalam bentuk lomba mengolah ikan yang memang dapat mengurangi resiko demensia pada kesehatan lansia.

Sosialisasi tersebut dikaitkan dengan alzheimers karena salah satu resedaction untuk mengurangi faktor demensia yakni dengan memakan ikan.

Dari sosialisasi tersebut bertujuan semakin banyak orang yang sadar untuk mengurangi inpor ikan maka hal itu dapat meminimalisir terjadinya demensia.

“karena penyakit itu kan terjadi 10-15 tahun yang akan datang, demensia tidak dapat diobati yang ada hanya penurunan” tambah Dewi Nalasari.

Sosialisasi ini menggandeng peserta dari 4 Kecamatan di Semarang yaitu Tembalang, Gayamsari, Gemah, dan Pedurungan agar terpapar apa itu demensia dan bagaimana makan ikan mampu mengurangi demensia. Dalam kompetisi ini peserta dapat perorangan atau kelompok maksimal 2 orang, peserta melakukan pembelian bumbu DAPUR KITA di Transmart Setiabudi. Kemudian struk transaksi belanja digunakan untuk melakukan pendaftaran. Peserta mengolah masakan dirumah, dan diwajibkan menggunakan minimal 2 jenis bumbu DAPUR KITA.

Kegiatan tersebut kemudian dilanjut dengan demo masak yang dipandu oleh Chef Andreas Herlambang dan juga senam otak yang berfungsi untuk mempertajam daya ingat dan konsentrasi, serta menyeimbangkan tubuh dan pikiran.

Ketentuan pemenang kompetisi tersebut yakni peserta membawa hasil masakan, struk belanja dan resep disertakan di meja untuk syarat penjurian, kriteria penilaian yakni rasa 60%, penampilan 20% dan kebersihan 20%. Bagi pemenang juara 1 dapat membawa uang sebanyak Rp. 500.000, juara 2 Rp.300.000, dan juara 3 Rp.200.000. (khoirun Nisa)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *