Ardi Bakri: Ada Peluang LAC Masuk One Pride MMA

SEMARANG (Asatu.id) – Meriah dan serunya ajang kick boxing Lindu Aji Championship (LAC) XVI 2019 yang diselenggarakan di GOR Sahabat Semarang pada Minggu (1/12) sore hingga Senin (2/11) dinihari, mendapat apresiasi beberapa pihak, termasuk Ketua Komite Olahraga Beladiri Indonesia (KOBI) Ardiansyah  Bakrie yang datang langsung menyaksikan turnamen tahunan ini.

Pria yang akrab disapa Ardi itu melihat LAC adalah kakak kandung KOBI. Sebab, menurutnya, usia LAC sudah mencapai 16 tahun.

”Saya melihat Lindu Aji tinggal ditambah ilmu beladiri agar bisa masuk One Pride MMA. Bertarunglah dengan sportif untuk Indonesia,” kata suami artis cantik Nia Ramadani itu.

Presiden Lindu Aji Institute, Kukrit Suryo Wicaksono, dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa Ardiansyah Bakrie saat berbincang dengannya sebelum kegiatan dibuka, punya keinginan untuk menaikkan kelas LAC dari tingkat nasional ke kelas internasional.

Hal itu, lanjut Kukrit, tidak lepas dari konsistensi Lindu Aji di bawah pimpinan Ikhwan Ubaidillah yang menggelar secara konsisten turnamen ini selama 16 tahun berturut-turut.

”Malam ini di tengah-tengah kita ada dua yang berprestasi. Pertama, Wali Kota Semarang yang baru saja mendapatkan penghargaan Wali Kota paling inovatif di indonesia. Kedua,  LAC ke-16 yang akan dibawa Mas Ardiansyah Bakrie naik kelas ke event Internasional ,” kata Kukrit.

”Tidak mudah membuat Mas Ardiansyah Bakrie datang ke sebuah ajang. Beliau sudah melihat kualitas bela diri yang ada di Jateng khususnya Lindu Aji, sehingga dia berkenan datang langsung ke sini,” lanjutnya.

Lindu Aji juga patut berbangga karena awal tahun depan One Pride akan diadakan di Kota Semarang tahun depan. Petarung di Jateng juga dikatakan berhak mengasah keterampilan di ajang itu.

”Mas Ardiansyah Bakrie juga akan membentuk KOBI Jateng dalam waktu dekat. Ini bisa menjadi motivasi para petarung dan akhirnya selamat serta sukses dalam bertanding. Semoga ajang ini bisa memberu efek positif kepada atlet di seluruh Indonesia,” tandas pria yang juga CEO Suara Merdeka Network ini.

Sementara itu Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, Kota Semarang butuh banyak event seperti LAC ini. Sehingga tidak hanya olahraga yang maju, tetapi pariwisata dan ekonomi juga ikut maju.

”Semoga makin banyak wisatawan yang datang ke Semarang dengan banyaknya gelaran seperti LAC,” kata pria yang akrab disapa Hendi ini sebelum membuka acara.

Dukungan berbagai pihak ini ditanggapi Ketua Pembina Ormas dan Yayasan Lindu Aji, Ikhwan Ubaidillah dengan rasa gembira. Dia juga berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung dan menyukseskan gelaran ini.

”Selamat datang di Semarang. LAC ini akan jadi tempat berlaga petarung elit dari sasana yang tersebar di seluruh Indonesia. Ajang ini sudah memasuki tahun ke-16. Kami senantiasa perbaiki wasit pertandingan agar lebih profesional. Atlet juga diseleksi ketat dan menciptakam euforia petarung dengan unsur sport entertainment,” kata Ikhwan.

LAC ini mempertandingkan 40 petarung eksibishi dan delapan petarung turnamen kelas 57 kilogram. Total hadiah yang diperebutkan yakni Rp 200 juta.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *