Pasar Senggol Nasional.Is.Me Jadi Penutup Pasar Senggol Di Tahun 2019

 – Pasar Senggol, festival kuliner yang selalu rutin diadakan oleh Grand Candi Hotel setiap bulannya ini menjadi salah satu event favorit keluarga Semarang.

Tak hanya menyajikan festival kuliner Semarangan dan kuliner kekinian yang harga rata-ratanya dibanderol dibawah Rp.20.000 saja, Pasar Senggol juga selalu mengadakan kompetisi anak dan kegiatan-kegiatan keluarga yang bersifat mengedukasi.

Pasar Senggol juga menjadi wadah dan sarana bagi UMKM Semarang dan Jawa Tengah untuk mempromosikan produk dan melakukan kegiatan jual beli. Pada tanggal 1 Desember 2019, Pasar Senggor kembali diadakan dan sekaligus menjadi penutup Pasar Senggol di tahun 2019.

Mengusung tema Nasional.Is.Me, Pasar Senggol terakhir yang diadakan di tahun 2019 ini mengadakan kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk menanamkan rasa nasionalisme dan cinta Indonesia sejak dini.

Salah satu lomba yang diadakan adalah lomba menyanyi lagu nasional untuk anak-anak. Para peserta dengan rentang usia 5-10 tahun membawakan lagu-lagu nasional seperti Indonesia Raya, Garuda Pancasila, Berkibarlah Benderaku, dan lagu nasional lainnya.

Salah satu peserta bernama Kelvin (7 tahun) mengaku dirinya harus menghafal lirik lagu Rayuan Pulau Kelapa sebelum tampil, karena baru pertama kali ini Kelvin membawakan lagu Rayuan Pulau Kelapa. Biasanya ia selalu menyanyikan lagu-lagu pop atau lagu anak-anak umum setiap kali mengikuti lomba nyanyi.

“semalam diajarin mama ngapalin lirik lagunya (Rayuan Pulau Kelapa), soalnya belum begitu hafal” ujar anak berumur 7 tahun itu.

Kegaiatan yang bekerjasama dengan Smart Fun Production dan DISBUDPAR Kota Semarang ini juga menghadirkan lomba baca puisi dengan tema pahlawan dan lomba Mata Pelajaran (Mapel) yang bersertifikat resmi dari DISBUDPAR Kota Semarang.

Azkar Rizal Muhammad selaku Public Relations Grand Candi Hotel Semarang mengatakan tema Nasionalisme memang sengaja dipilih sebagai penutup Pasar Senggol di tahun 2019 supaya rasa cinta terhadap negara selalu tertancap di hati pengunjung Pasar Senggol.

“yang namanya penutup itu harus berkesan, harus menonjolkan hal esensial yang terus diingat oleh partisipannya. Kami sengaja memilih tema Nasional.Is.Me karena buat kami menanamkan rasa bangga dan cinta terhadap Indonesia itu hal yang wajib ditanamkan sejak dini,” tetang Azkar.

Karena merekalah generasi-generasi penerus. Ditengah gempuran budaya barat yang semakin menggila, ini adalah upaya kami untuk mengingatkan generasi muda agar tak pernah melupakan Budaya kita sendiri. Budaya Indonesia.

“Pasar Senggol Nasional.Is.Me diikuti lebih dari 200 peserta lomba, belum termasuk pengunjung umum. Rencananya Pasar Senggol akan kembali lagi pada akhir Januari 2020,” tukasnya.(Desinta Dwi Sya’bani)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *