Hari Ini, Petarung dari Sembilan Provinsi Berlaga di LAC 2019

SEMARANG (Asatu.id) – Minggu sore ini, Turnamen Lindu Aji Championship (LAC) XVI 2019 digelar di GOR Sahabat, Jalan Supriyadi, Semarang. Turnamen rutin tahunan ini akan memperebutkan total hadiah ratusan juta rupiah, selain puluhan doorprize untuk penonton, di antaranya satu unit sepeda motor.

Ketua panitia LAC XVI, Wijaya Dahlan mengatakan, hadiah besar bagi atlet yang disediakan panitia adalah wujud apresiasi dan penghargaan kepada para petarung.

“Selain itu juga sebagai bentuk pembinaan. Juga untuk memotivasi dan memunculkan bibit-bibit atlet serta memancing atlet baru,” kata Wijaya saat sesi timbang berat badan atlet di Hotel Dalu, Sabtu (30/11).

Panitia LAC 2019 memang menyediakan total hadiah sebesar Rp 200 juta. Sedang doorprize bagi penonton yang beruntung, selain satu unit sepeda motor juga ada sepeda, handphone dan beberapa hadiah hiburan lainnya.

Tiket yang disediakan di beberapa outlet sejak beberapa waktu lalu sudah terjual habis. Namun panitia masih menyediakan puluhan lembar tiket di GOR Sahabat. Harga tiket VIP dibanderol Rp 150 ribu dan tiket tribun Rp 50 ribu.

“Untuk sebagian tiket sudah hampir terjual seluruhnya. Tiket VIP memang jumlahnya terbatas, mayoritas tinggal tiket tribun saja,” katanya.

Ketua Umum Ormas Lindu Aji, Ikhwan Ubaidillah memprediksi bahwa pelaksanaan LAC tahun ini akan berlangsung seru dari segi pertandingan dan menarik minat pengunjung dari segi penyelenggaraan.

“Saya jamin lebih seru dan meriah. Setidaknya ada atlet luar Semarang yang akan ikut berlaga tahun ini. Mereka datang dari sembilan provinsi di Indonesia,” kata Ikhwan yang didampingi Dewan Pengarah, Untung Budiarso.

Sementara Ketua Yayasan Sosial Lindu Aji, Freddy Gondowardoyo menambahkan, untuk penyelenggaraan LAC tahun ini, pihaknya memberikan tugas panitia kepada anak-anak muda yang bisa membawa suasana generasi milenial ke venue pertandingan.

”Ada warna baru, anak-anak muda kami minta jadi panitia. Kami harap Mas Wijaya Dahlan yang kami tunjuk jadi ketua panitia mampu menularkan pengalaman penyelenggaraan even sukses yang pernah dia gelar ke LAC,” kata Fredy.

Freddy menambahkan, meskipun kapasitas GOR Sahabat hanya 2.000 penonton, dirinya mengapresiasi kerja panitia yang penuh inovasi dan kreasi.

“Salah satu kreasi, para panitia menyediakan layar lebar di halaman. Ini membuat penonton yang tidak kebagian tiket bisa menikmati suguhan pertarungan yang atraktif lewat layar LED di luar gedung,” tandasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *