Penuhi Target PAD, Masyarakat Harus Disadarkan Soal Kewajiban Bayar Pajak

SEMARANG (Asatu.id) – Anggota Komisi C DPRD Jateng, Hendri Wicaksono mengatakan, ada sejumlah sektor yang masih bisa digali di sisa waktu tahun ini untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jateng.

”Sektor pajak dan pengoptimalan BUMD termasuk yang bisa menopang target PAD. Sektor lain yang bisa digarap yakni perikanan dan peternakan hingga sektor migas,” sebut Hendri dalam diskusi Prime Topic bertema “Menggali dan Meningkatkan PAD”, di Loby Hotel Quest Semarang, Kamis (28/11).

Di sisi lain, Hendri meminta para penunggak pajak kendaraan harus dikejar dan disuruh memenuhi kewajiban bayar pajaknya.

Hendri memersilakan aparat terkait untuk menggunakan kewenangannya dalam mengatasi persoalan tersebut. Jika kebijakannya adalah pemutihan terhadap kendaraan yang sudah tidak ada di lapangan alias sudah hilang, maka perlu diatur mekanismenya.

“Ya ini kita diskusikan dulu, tentunya apakah ada pemutihan atau ada pembahasan ulang lebih detil lagi mana yang diputihkan dan yang tidak. Ini tunggu dulu. Tapi intinya, arahnya adalah bagaimana kalau kita punya tunggakan di angka Rp2 triliun lebih yang seolah-olah kita tidak bekerja. Karena, itu adalah tinggalan masa lalu yang harus kita selesaikan,” ujar Henri.

Masyarakat pun, lanjut Hendri, diharapkan bisa sadar dan patuh dalam hal pembayaran pajak kendaraan bermotor sebagai kewajiban yang harus dipenuhi.

Sementara nara sumber lain, Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD) Provinsi Jateng, Tavip Supriyanto, mengaku optimistis bisa mencapai target perubahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jawa Tengah tahun 2019 ini sebesar Rp14,4 Triliun, atau naik sebesar 2,66 persen dari target murni yakni Rp14 triliun.

Saat ini masih ada sisa waktu sekitar sebulan. Dari perhitungan sementara, hingga akhir Oktober 2019, realisasi PAD mencapai Rp12,09 triliun atau sebesar 83,03 persen dari target perubahan.

“Ada sejumlah sektor untuk menggali PAD Jateng, di antaranya dari Bank Jateng dan Bappeda. Sedangkan sektor lain untuk meningkatkan pendapatan daerah salah satunya dengan mengoptimalkan BUMD,” kata Tavip.

Tavip menambahkan, potensi yang besar diperoleh dari pajak kendaraan bermotor, pajak bahan bakar kendaraan bermotor, rokok, dan pajak air permukaan.

Untuk itu, pihaknya bersama Kanwil Bea Cukai dan Satpol PP se Jateng, melakukan rapat terbatas untuk memberantas rokok ilegal.
Pihaknya juga gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait pajak kendaraan bermotor agar tidak menunggak pajak.(adv)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *