Wagub Jateng : Kemiskinan Bukan Barokah

BREBES (Asatu.id) – Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah, Taj Yasin Maimun menandaskan, jangan menganggap kemiskinan sebagai barokah. Karena dari kemiskinan sering mendapatkan bantuan dari  pemerintah atau pihak lain yang dianggapnya sebagai barokah.

“Kita harus merubah paradigma tersebut, karena justru dengan kemiskinan itu suatu musibah, bukan berkah,” kata Taj Yasin saat Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Kemiskinan di Kabupaten Brebes, di Gedung PGRI Jalan Taman Siswa, Brebes, Selasa (26/11).

Menurut Wakil Gubernur, sebagai muslim harus berpandangan bahwa tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.

Pemerintah memang bertanggung jawab terhadap angka kemiskinan di daerahnya agar menurun, namun tidak mungkin dihilangkan hingga nol persen.

Wagub memberikan tips untuk menurunkan angka kemiskinan dengan cara melihat data yang riil di lapangan, yakni melalui verifikasi data yang valid penduduk miskin di Brebes. Jangan sampai data yang disodorkan tidak valid dan berbeda-beda antara instansi yang satu dengan instansi yang lainnya. Untuk itu, perlu dibangun sinergi dalam penanggulangan kemiskinan di Jawa Tengah.

“Bagaimana bantuan warga miskin itu tepat sasaran kalau datanya saja tidak valid,” ungkit Wagub.

Terkait sinergitas, kalau memang belum dianggarkan di suatu OPD, bisa disikapi dengan langkah-langkah kerjasama. Jangan sampai ego sektoral, karena persoalan penanggulangan kemiskinan harus ditangani secara keroyokan.

Kata Taj Yasin, Brebes masuk peringkat ketiga sebagai daerah miskin di Jateng. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Brebes harus lebih serius meningkatkan sinergitas antarinstansi, antardaerah, dan menggandeng berbagai elemen masyarakat agar 34 desa yang tersebar di 17 kecamatan dapat keluar dari zona merah kemiskinan.

“Sebanyak 347.368 rumah tangga di Kabupaten Brebes masuk kategori prasejahtera. Untuk mengentaskan kemiskinan tersebut, semua harus bergerak dan mengenjot berbagai program peningkatan kesejahteraan masyarakat. Termasuk program keroyokan yang dilakukan Pemprov Jateng, ‘Satu OPD Satu Desa Binaan’,” kata Taj Yasin.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH menjelaskan, Kabupaten Brebes menempati posisi ke-33 se Jawa Tengah angka kemiskinannya yang mencapai 17,17 persen.

Idza menyebutkan, data makro bersumber dari Badan Pusat Statistik per Maret 2018 tingkat kemiskinan Kabupaten Brebes tahun 2018 sebanyak 17, 17% . Jumlah tersebut telah mengalami penurunan 1,97% dari tahun sebelumnya sebanyak 19,14%. Penurunan ini merupakan kerja keras dari seluruh OPD dan elemen masyarakat untuk bersama-sama dalam penanggulangan kemiskinan.

Tingkat kemiskinan di Kabupaten Brebes masih di atas tingkat kemiskinan Provinsi Jawa Tengah dan nasional, yaitu 10, 80% serta kemiskinan nasional 9, 82%. Selain itu, kemiskinan Brebes berada di posisi 33 dari 35 kabupaten dan kota di Jateng atau di bawah Kebumen dan Wonosobo.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *