Meriah, 500 Penari Ramaikan Gelaran Indonesia Menari di Taman Indonesia Kaya

SEMARANG (Asatu.id) – Sebanyak 500 penari dari Semarang dan berbagai kota di Jawa Tengah mengikuti ajang Indonesia Menari yang digelar portal informasi budaya Indonesia www.indonesiakaya.com di Taman Indonesia Kaya, Jalan Menteri Supeno Semarang, Minggu (17/11) sore.

Selain di Kota Semarang, event Indonesia Menari ini dalam waktu bersamaan juga digelar serentak di enam kota besar, yakni Jakarta, Bandung, Solo, Medan, Makassar dan Palembang. Tahun ini sebanyak 7.000 peserta terlibat dalam kompetisi tarian massal di tujuh kota tersebut.

Di area Taman Indonesia Kaya, Kota Semarang suasana meriah dengan pemandangan kostum warna-warni para penari sudah tampak sejak siang hari.

Mereka tampak cerita dengan balutan busana tradisional dan etnik modern dari berbagai daerah di nusantara.

Kompetisi Indonesia Menari akhirnya dimulai tepat pukul 16.00. Alunan lagu pengiring tarian aransemen dari Jevin Julian diputar.

Sebanyak enam lagu daerah yaitu Anging Mamiri, Ondel-Ondel, Sik Sik Si Batu Manikam, Dek Sangke, Gundul-Gundul Pacul, dan Manuk Dadali disatukan dengan musik bernuansa elektronik.

Dengan ditemani penyanyi Galabby Thahira, para penari pun semangat bergerak selama lima menit dalam koreografi Indonesia Menari 2019 yang dikonsep oleh penari Indonesia berkelas internasional, Ufa Sofura.

Tampak gerakan tarian tradisional seperti Tari Jaipong hingga gerakan pencak silat ada dalam koreografi yang dikemas secara modern itu.

Setelah melewati babak demi babak, dari 500 penari akhirnya terpilih lima penari sebagai pemenang, yaitu Galuh Puspitasari Priardhaniputri, Gita Bayu Andini, Arvinta Rahma Putri, Pramesti Dewi, dan Dahlia Angel. Masing-masing berhak atas hadiah uang Rp 5 juta.

Program Director www.indonesiakaya.com,
Renitasari Adrian mengatakan, kegiatan Indonesia Menari rutin diselenggarakan sejak tahun 2012.

Para peserta terdiri atas perorangan, berbagai komunitas generasi milenial, sanggar tari, komunitas pecinta tari, sekolah dan perguruan tinggi untuk menunjukkan kemampuan menari mereka.

“Lewat ajang Indonesia Menari ini diharapkan dapat memperkenalkan kembali gerakan tari Indonesia melalui medium populer seperti tari massal sehingga dapat mendekatkan kembali masyarakat dengan budaya Indonesia lewat kemasan yang lebih menarik, modern, dan kekinian. Kami juga melihat besarnya antusias masyarakat di berbagai daerah untuk mengikuti kegiatan ini, sehingga kami menambah kota penyelenggaraan menjadi tujuh dari sebelumnya empat kota,” katanya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *