Warga Kampung Pelangi Manfaatkan Pengobatan Massal yang Digelar Yayasan Inisias

SEMARANG (Asatu.id) – Yayasan Inisiasi Sehat Indonesia (Inisias),

melalui tiga peringatan, yakni Maulid Nabi Muhammad SAW, Hari Pahlawan dan Hari Kesehatan Nasional, Yayasan Inisias menggelar baksos pengobatan massal.

Kegiatan yang berlangsung di Kampung Pelangi, pada Minggu 9 November 2019 lalu itu dilakukan dengan menggandeng Takmir Musholla Baitulhuda (Wonosari) dan Yayasan Masjid Assyifa, dengan dihadiri ratusan warga setempat.

Dalam acara itu tidak hanya digelar pengobatan massal dan gratis, namun juga dilakukan edukasi kesehatan. Peduli Kampung Pelangi adalah tema yang diangkat sekaligus untuk mendongkrak angka kunjungan wisatawan di kawasan ini.

“Kegiatan ini diselenggarakan untuk memberikan edukasi hidup sehat ke masyarakat, sekaligus mendukung program pemerintah, untuk menjalankan program promotif dan preventif kesehatan ke masyarakat khususnya di sekitar Kampung Pelangi Semarang,” terang Ketua Umum Yayasan Inisias, dr Setya Dipayana SpA.

Dijelaskan, hadirnya Yayasan Inisias bukan hanya untuk mengkritisi program kesehatan, tetapi juga untuk mendukung program pemerintah. Sekaligus untuk membantu pelaksanaannya di lapangan sesuai dengan kebutuhan wilayah masing-masing dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote.

Yayasan Inisias ini juga siap menjadi inisiator untuk memecahkan masalah kesehatan yang ada di Indonesia. Termasuk dalam menjalankan program promotif dan preventif kesehatan.

“Diharapkan dengan berjalannya promotif dan preventif, derajat kesehatan masyarakat Indonesia akan menjadi semakin baik, hal itu menjadikan masyarakat Indonesia akan bisa belajar lebih baik dan nyaman untuk memajukan bangsa. Seperti tagline kami Healthy Nation, Learn Better,” tukas dr Setya.

Ditambahkan, di era Universal Health Coverage (UHC) ini, penting sekali memberikan edukasi kesehatan ke masyarakat melalui pendekatan program promotif dan preventif kesehatan. Pemerintah melalui Kementrian Kesehatan juga berfokus pada masalah promotif dan preventif kesehatan tersebut.

Sementara Ketua Takmir Musholla Baitulhuda, Joko Setyobudi, menyambut positif langkah Yayasan Inisias. Apalagi sejak ditetapkannya kawasan ini menjadi salah satu ikon wisata Kota Semarang, tentunya harus diimbangi dengan kebersihan dan kesehatan lingkungan dan warganya.

Dengan demikian, wisatawan yang berkunjung merasa nyaman dan tenang. Lalu setelahnya mereka dapat kembali dan menghabiskan uang saku sehingga menggulirkan perekonomian warga setempat.

“Kalau warganya sehat kan dapat menyambut wisatawan dengan ramah, bisa membuat cinderamata atau menyiapkan sajian kuliner sehat. Ketakmiran memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pendukung kegiatan (Yayasan Inisias dan Assyifa) juga kepada warga Kampung Pelangi atas antusiasmenya mengikuti kegiatan positif ini,” tandasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *