Jateng Siapkan Dua Panti Baru untuk Tangani ODGJ

SEMARANG (Asatu.id) – Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Tatik Murhayati menyampaikan, penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) diawali dari penemuan penderita yang kemudian dijemput untuk dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) oleh Dinas Kesehatan.

“Jika sudah mendapat penanganan dari RSJ, mereka mendapat penanganan oleh Dinsos dan bisa saja direhabilitasi ke pondok pesantren, panti rujukan, atau panti swasta. Jika dirasa sudah bisa mandiri, dikembalikan ke keluarga atau masyarakat,” beber Tatik saat konferensi pers di Kantor Gubernur Provinsi Jawa Tengah, Rabu (6/11).

Selain itu, lanjutnya, terdapat 11 panti di seluruh Jawa Tengah untuk menangani ODGJ. Dalam waktu dekat, akan ada dua tambahan panti baru di Kecamatan Jeruk Legi Kabupaten Cilacap, dan Kecamatan Talun Kabupaten Pekalongan, untuk penanganan di daerah perbatasan provinsi. Setiap panti dapat menampung 100 orang.

Tatik mengimbau kepada masyarakat apabila mengetahui ODGJ yang dipasung segera hubungi Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Jateng.

“Kami minta tolong jika ada yang mengetahui kasus ODGJ yang dipasung, segera beritau kami, karena biasanya ODGJ diumpetke oleh keluarganya,” lanjut Tatik.

Penyebab gangguan jiwa, jelasnya, dapat disebabkan secara fisik dan genetik, Untuk faktor genetik atau keturunan tidak bisa diintervensi lebih jauh. Namun, gangguan jiwa yang disebabkan fisik seperti tekanan dari lingkungan ataupun penyakit yang menyerang syaraf pusat, bisa diminimalisasi.

Karenanya, Tatik mengajak masyarakat lebih peduli dan menjaga kesehatan mental diri sendiri maupun orang lain, dengan ceria, cerdas emosional, spiritual, empati dalam berkomunikasi, dan rajin mendekatkan diri kepada Tuhan YME.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *