Dialog dengan Kartunis, Ganjar Ingin Dibuatkan Kaleidoskop dan Festival Kartun

MAGELANG (Asatu.id) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menantang para kartunis Indonesia, khususnya di Jawa Tengah untuk bisa membuat kaleidoskop Jawa Tengah dan festival di Kota Lama.

Ide itu disampaikan Ganjar Pranowo saat berdialog dengan para kartunis dalam Borobudur Cartoonists Forum (BCF) 3 di Pondok Tingal, Magelang, Minggu (3/11). Pihaknya membuka ruang bagi para kartunis, baik mengenai desain, seni, budaya, ekonomi kreatif, maupun pariwisata.

“Seperti hari ini kawan kartunis, saya ingin dibuatkan kaleidoskop Jawa Tengah selama satu tahun. Kira-kira gambarnya seperti apa ya kalau itu dibuat besar dan dipasang di depan kantor provinsi atau di depan ruang kerja saya,” kata Ganjar saat berada di forum kartunis.

Kaleidoskop tersebut nanti bisa dipasang pada bulan Desember selama satu bulan penuh. Ganjar mengatakan kalau ide tersebut menarik silakan dibuat. Ia juga akan mengajak beberapa kantor untuk memberikan fasilitas tersebut.

Selain ide kaleidoskop Jawa Tengah, Ganjar juga menyampaikan ide lainnya berupa pameran foto, lukisan, dan kartun di sepanjang depan kantor Gubernur sampai Simpanglima Semarang. Menurutnya kota dan pemerintahan menjadi sangat berwarna karena kehadiran kawan-kawan seniman melalui karya-karyanya tersebut.

“Ide soal festival tadi juga menarik. Kawan-kawan yang mengerti soal ini coba dipikirkan serius, kita bikin di Kotal Lama (Semarang). Saya lagi promosikan Kotall Lama, jadi yuk sekarang kita bawa ke Kota Lama. Kita pameran betul, coaching clinic bagaimana membuat kartun dan sebagainya, tampilkan di sana. Kalau ada yang bisa membuat desain acara itu, silakan kasih saya segera,” ungkapnya.

Ganjar juga kembali menyatakan terkait diplomasi kartunis melalui karyanya dan diplomasi kaos oblong. Kaos oblong itu menarik bahkan seluruh dunia hampir semua negara mempunyai souvernir kaos oblong. Melalui media itu, kawan-kawan kartunis bisa berdiplomasi dengan karya dan menyampaikan pesan-pesan tentang daerah atau lainnya.

“Kita punya seni budaya destinasi luar biasa. Bayangkan itu ditempelkan di kaos dan dipakai semua orang. Kemudian ke mana-mana ditunjukkan ke orang, itu menjadi promosi yang tidak akan pernah berakhir dan orang nyaman pakai kaos oblong. Kemarin saya sudah minta ke teman kartunis soal ini bahkan saya sudah tawarkan ke teman Pemprov terkait kaos event,” jelasnya.

Sementara itu Eros Jarot dan Sutanto yang juga hadir dalam forum menanggapi positif ide tersebut. Bagi keduanya, ide itu merupakan tantangan yang harus bisa dijawab oleh kawan-kawan kartunis. Ini adalah kesempatan bagus di mana pemerintah telah membuka ruang untuk memfasilitasi.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *