Soal Sengketa Tanah, DPRD Kota Semarang Siap Memediasi

SEMARANG (Asatu.id) – DPRD Kota Semarang siap memediasi penyelesaian kasus mafia tanah warga Mangkang Kulon Semarang. Pihak perusahaan akan dipanggil dalam waktu dekat.

Hal tersebut diungkapkan Ketua DPRD Kadarlusman yang didampingi Wakil Ketua DPRD Wahyu Winarto alias Liluk saat menerima aduan para petani yang menjadi korban mafia tanah, Senin (28/10).

“Kami siap menjadi mediator penyelesaian kasus tanah di Mangkang Kulon, mudah-mudahan upaya warga ke DPRD Kota Semarang menjadi langkah terakhir,” ujar Kadarlusman.

Langkah yang akan ditempuh lanjut politisi PDI Perjuangan ini, setelah mengetahui masalahnya dari keterangan para petani, pihaknya bersama Wali Kota Semarang dan pihak-pihak yang mengetahui transaksi itu akan dipanggil.

“Nanti perusahaan, para petani, Pak Wali dan beberapa pihak yang ada di dalamnya akan kita panggil untuk penyelesaian kasus ini. Saya berharap perusahaan komitmen dengan perjanjiannya yakni membayar sesuai kesepakatan dengan para petani,” tandasnya.

Sementara itu kuasa hukum warga Sugiarto yang turut ke DPRD mengatakan, upaya ke DPRD Kota Semarang ini diharapkan menjadi jalan terakhir dalam penyelesaian kasus Mangkang Kulon.

“Kita sudah kemana-mana, ke DPRD Jateng, ke Kepolisian tapi belum mendapatkan hasil dan tidak ada titik terang. Mudah-mudahan ke DPRD Kota Semarang ini menjadi jalan terakhir untuk mendapatkan kejelasan dan penyelesaian,” ujar Sugiarto.

Sebetulnya lanjut Sugiarto, para petani tidak meminta yang aneh-aneh dan tidak mau mencari musuh.

“Para petani hanya meminta kalau perusahaan jadi membeli segera selesaikan, kalau tidak jadi ya sudah batalkan, apalagi ini sudah wanprestasi,” pungkas Sugiarto.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *