Tanggapi Penyusunan Kabinet, Ganjar Beberkan Rahasia Jokowi

PURWOREJO (Asatu.id) – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menilai, susunan formasi menteri dalam Kabinet Indonesia Maju merupakan bentuk akselerasi Presiden Joko Widodo terhadap perkembangan zaman. Khususnya dalam sektor ekonomi kreatif dan pembangunan sumberdaya manusia.

Ganjar mengatakan, Presiden Joko Widodo memiliki ekspektasi yang cukup tinggi terhadap para menteri periode ini, khususnya dalam menumbuhkan perekonomian dan sumberdaya manusia. Dia pun berharap para menteri yang telah menerima amanat mampu bekerja dengan baik.

“Karena harapan dari Pak Presiden cukup tinggi terhadap kerja kabinet jilid kedua ini untuk merespon persoalan. Mudah-mudahan bekerja dengan baik,” kata Ganjar, Rabu (23/10).

Tingginya harapan Presiden tersebut diketahui Ganjar setelah berbincang dengan para menteri, Selasa (22/10) malam saat dirinya bertandang ke Jakarta. Menurutnya para menteri tersebut memiliki tugas mendasar dari Presiden, yakni melakukan pembaruan.

“Semalam saya ketemu dan ngobrol dengan mereka. Tinggal tantangan saja yang mesti dibereskan,” katanya.

Dari ekspektasi Presiden tersebut, menurut Ganjar Presiden akhirnya memasukkan orang-orang ahli dalam dua hal tersebut yang memiliki jangkauan global plus memiliki inovasi dan berusia muda.

Yang menarik, lanjut Ganjar, adalah munculnya pemuda dan orang-orang kreatif untuk menjawab ekspektasi Presiden tersebut. Dengan pengalamannya sampai kancah global ditunjang dengan segala inovasi yang mereka lakukan. Ganjar mengira, kabinet ke depan ini bakal banyak menanggalkan cara-cara konvensional untuk mengungkit sektor perekonomian dan sumberdaya manusia.

“Rasa-rasanya ini desain kabinet yang merespon perubahan zaman dan teknologi informasi. Dan nampak-nampaknya para pemuda itu diharapkan melakukan terobosan-terobosan sehingga kita tidak cukup dengan pengelolaan yang biasa-biasa saja. Harus ada lompatan luar biasa. Diharapkan mereka jadi etalase baru,” katanya.

Ganjar mengatakan, untuk posisi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan misalnya, yang diserahkan kepada pendiri Gojek, Nadiem Makarim. Menurutnya penunjukan Nadiem untuk terjun ke dunia pendidikan diharapkan untuk membuat sistem pendidikan yang adaptif dan bisa menyesuaikan Zaman.

“Kalau saya bilang, vocational school, misalnya yang ada di Jawa Tengah. Ketika kita melihat lulusan SMK tidak banyak terserap di dunia kerja saya tanya ke industri, kenapa begitu? Lha mereka tidak bisa bekerja kok. Ora pas, kita juga disuruh melatih,” katanya.

Maka langkah yang diperlukan Nadiem adalah menciptakan Teaching Industrinya, ruang praktek siswa diperbanyak, mengoneksikan antara pabrik dan sekolah. Maka, menurut Ganjar, orang yang mengerti situasi industri dan perkembangan teknologi itulah yang tepat memegang dunia pendidikan.

“Sistem bisnis berubah, mereka tahu kebutuhan tenaga kerja seperti apa. Mudah-mudahan Nadim punya keberanian menerobos, mengubah kurikulum, metode praktek, metode KBM, guru ngajari atau fasilitasi,” katanya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *