Tahun Depan Pembangunan dan Pengembangan Bandara Ngloram Dilanjutkan

JAKARTA (Asatu.id) – Kemenhub bersama Pemprov Jateng dan Pemkab Blora, melaksanakan penandatanganan nota kesepakatan bersama atau memorandum of understanding (MoU) sebagai persiapan kelanjutan pembangunan dan pengembangan Bandar Udara (Bandara) Ngloram, Kabupaten Blora tahun depan, Jumat (18/10).

Penandatanganan dilaksanakan di Hotel Borobudur, Jakarta, oleh Direktur Jendral Perhubungan Udara, Polana Banguningsih Pramesti, bersama Gubernur Ganjar Pranowo yang diwakili Kepala Dinas Perhubungan Jateng, Ir. Satriyo Hidayat, dan Bupati Djoko Nugroho. Disaksikan langsung oleh Menteri Perhubungan, Ir. Budi Karya Sumadi.

Menhub Budi Karya Sumadi dalam sambutannya mengapresiasi adanya penandatanganan MoU pembangunan dan pengembangan bandara ini.

“Pemerintah memang sedang berkomitmen untuk meningkatkan perhubungan dan konektivitas antardaerah guna mendukung peningkatan ekonomi. Salah satunya Bandara Ngloram ini. Ngloram berada di tengah antara Semarang, Surabaya dan Solo, sangat berpotensi untuk dikembangkan. Saya harap pemerintah daerah bisa ikut mendukung pengembangan pembebasan lahannya. Apalagi Kemenhub telah menyelenggarakan sayembara desain yang hasilnya sangat unik sesuai potensi daerah Blora. Kami targetkan 2020 akhir sudah jadi semuanya,” ucap Menteri Budi Karya Sumadi.

Adapun Gubernur Ganjar Pranowo yang diwakili Ir. Satriyo Hidayat menyambut baik adanya penandatanganan MoU ini. Pihaknya siap mengawal dan membantu Pemkab untuk pembebasan lahan nya.

Begitu juga dengan Bupati Djoko Nugroho, baginya ini merupakan kabar baik yang harus disambut dengan positif.

“Terimakasih kepada Pak Menteri Perhubungan yang telah memberikan perhatian besar untuk Bandara Ngloram. Bandara ini nantinya akan saya namakan Bandara Aryo Penangsang, raja Kerajaan Jipang yang dulu berada di wilayah Kecamatan Cepu, Blora,” kata Bupati.

Menurut Bupati, Blora tidak terletak di jalur utama pantura maupun jalur selatan, juga jauh dari pusat pemerintahan, sehingga tidak diminati investor.

“Jakarta ke Semarang satu jam, Jakarta ke Solo satu jam, Jakarta ke Surabaya satu setengah jam, begitu cepat naik pesawat. Giliran menuju Blora, dari ketiga kota besar itu harus menempuh perjalanan darat lebih dari 3 jam. Dengan adanya Bandara Ngloram ini semoga akses ke Blora semakin mudah dan membuka pintu investasi selebar lebarnya. Kita akan dukung penuh,” lanjut Bupati.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Satker Bandara Ngloram, Yoga Komala, hingga saat ini proses pembangunan dan pengembangan Bandara Ngloram di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora masih terus berjalan dengan target hingga akhir tahun 2019 sudah bisa didarati pesawat charter jenis ATR 42 atau ATR 72.

Sedangkan untuk tahun 2020 menurut informasi akan dilanjutkan dengan perpanjangan landasan pacu dari 1200 meter menjadi 1600 meter, turning area, marking, rekonstruksi apron, pembuatan jalan masuk bandara, pembangunan gedung terminal penumpang, pembangunan tempat parkir, gedung kantor dan sejumlah pengadaan kendaraan operasional. Sehingga pada akhir 2020 siap didarati pesawat komersil.

Selain MoU tentang Pembangunan dan Pengembangan Bandara Ngloram, pada kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan MoU tentang Pembangunan dan Pengembangan Bandara Dewandaru Karimunjawa, Kabupaten Jepara.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *