Jawab Dinamika Perkembangan, Pemda Harus Bikin Terobosan

JAKARTA (Asatu.id) – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, inovasi merupakan keniscayaan bagi pemerintah daerah dalam menjawab dinamika yang berkembang. Sehingga daerah sedapat mungkin membuat terobosan positif dalam menjawab perkembangan tersebut dengan membuat dan menciptakan inovasi.

Hal itu dikatakan Wapres dalam sambutannya di acara penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2019. Jateng menerima penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) itu.

Penghargaan diserahkan Wakil Presiden RI H Jusuf Kalla kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Istana Wakil Presiden RI Jalan Medan Merdeka Selatan No 6 Jakarta Pusat, Selasa (15/10) siang.

“Inovasi itu tentunya penting untuk semua daerah, terutama bagi daerah yang memegang prinsip kalau bisa dipersulit, kenapa dipermudah? Padahal sebenarnya, kalau bisa dipermudah, daerah bisa lebih makmur, lebih cepat dan lebih baik,” kata Wapres.

Menteri PANRB, Syafruddin menjelaskan, bagi pemerintah daerah yang inovasinya terpilih sebagai Top 45 mendapatkan alokasi Dana Insentif Daerah (DID). Pemberian DID ini telah dilakukan sejak tahun anggaran 2018. Instansi yang berpartisipasi pada KIPP 2019 juga berkesempatan mengikuti kompetisi tingkat dunia yaitu United Public Service Award (UNPSA) yang diselenggarakan PBB.

Sebelumnya terdapat dua instansi yang berhasil menjuarai ajang bergengsi UNPSA, yaitu inovasi Sistem Early Detection and Treatment (EDAT) dari Kabupaten Teluk Bintuni, dan inovasi PetaBencana.id milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Posisi ini akan dikirim ke PBB untuk dilombakan. Mudah-mudahan tahun depan bisa menjuarai lagi, sehingga kita bisa hattrick berturut-turut memenangkan UNPSA,” ujarnya.

Plt Direktur RSMS, Yunita Dyah Suminar menambahkan, penghargaan itu baginya hanya bonus, yang utama baginya, masyarakat dapat terlayani dengan baik, mudah, murah, dan cepat. RSMS, kata dia, harus terus meningkatkan kualitas pelayanan, agar masyarakat makin merasa nyaman dan puas dilayani.

“Tantangan ke depan, perlu kita kembangkan pelayanan yang lebih bersifat pre hospital preventif dan promotif (berbasis individu atau masyarakat. Hospital without wall, terpadu dengan intra hospital dan post hospital,” katanya.

Untuk diketahui, selain penghargaan aplikasi yang menjamin dokter datang tepat waktu melalui TeLe ApIK, tujuh pemerintah kabupaten di Jateng juga menerima penghargaan.

Pemerintah Kabupaten Banjarnegara melalui program OCe OKe (Siasat Keren Cegah 3 Terlambat dengan 4 Pantauan), Pemerintah Kabupaten Banyumas dengan program Pattas Sosial Mitra Kurir Langit (Penanganan Cepat, Tanggap dan Tuntas dalam Pendampingan Warga Miskin Penderita Sakit Kronis).

Kemudian, Pemerintah Kabupaten Brebes dengan Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) Atasi Anak Tidak Sekolah (ATS), Pemerintah Kabupaten Cilacap dengan Balakar to Response Time (BArisan SukareLA KebaKARan menuju Response Time), Pemerintah Kabupaten Grobogan dengan Rumah Kedelai Grobogan.

Berikutnya Pemerintah Kabupaten Magelang dengan Misteri Calon Pengantin Paseso Merapi (Pengurangan Resiko Bencana Berbasis Masyarakat) dan Pemerintah Kabupaten Wonosobo dengan Rumah Sakit Rasa Toyota.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *