Pengelolaan Sampah, Daerah Lain Diharap Meniru Desa Kesongo

SEMARANG (Asatu.id) – Apa yang telah jadi budaya di Desa Kesongo, Tuntang, Kabupaten Semarang memang jadi alasan mendasar dipilihnya desa tersebut jadi tuan rumah Kongres Sampah Jateng 2019. Karena mereka memilah sampah sejak dalam rumah.

Untuk itu Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo berharap desa lain untuk meniru apa yang telah dilakukan desa yang terletak di antara Gunung Ungaran dan Gunung Telomoyo itu. Bahkan dia berjanji bakal mengunjungi desa yang menerapkan hal serupa.

“Jika ada yang mendeklarasikan desa bersih, saya kunjungi. Tolong dilist desa itu. Gerakan ini akan kita dengungkan terus menerus,” katanya di sela pelaksanaan Kongres Sampah Jateng, Sabtu (12/10).

Ganjar mengatakan, ini merupakan upaya awal untuk menuntaskan persoalan sampah di Jawa Tengah bahkan Tanah Air.

Selain bertempat di desa yang telah membudayakan pengelolaan sampah secara baik, semua elemen masyarakat juga dilibatkan dan bakal dijadikan rujukan menerbitkan kebijakan.

“Ini baru awal untuk menghimpun seluruh pemikiran. Dan hasil dari ini akan kita jadikan regulasi agar daerah kita jadi bersih. Mari kita duduk bersama menyelesaikan persoalan ini agar kehidupan lebih baik menyambut pembangunan berkelanjutan,” katanya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *