Bintek KONI Kota Semarang, Arnaz: Tertib Administrasi Modal Cabor Raih Prestasi

SEMARANG (Asatu.id) – KONI Kota Semarang menggelar Bintek untuk pengurus dan pengurus kota cabang olahraga (Pengkot Cabor) di Hotel Novotel Semarang, Sabtu (12/10). Tujuan Bintek, menurut Ketua Umum KONI Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara, untuk meningkatkan profesionalitas dalam pengelolaan keuangan dan penyusunan laporan.

Hadir sekaligus membuka kegiatan tersebut Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Wahyu Winarto, mewakili Ketua DPRD. Hadir pula Sekretaris Komisi D, Anang Budi Utomo, serta Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Kota Semarang, Suhindoyo.

Dalam sambutannya, Ketua Umum KONI Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara mengatakan, keberhasilan organisasi atau cabor ditentukan oleh 4P, yakni perencanaan, pengorganisasian, penganggaran dan pembinaan prestasi.

“Sebetulnya tidak terlalu sulit untuk dilaksanakan, namun kebanyakan karena dipengaruhi oleh faktor malas. Makanya dengan Bintek ini mari kita sama-sama belajar,” pinta Arnaz.

Lebih lanjut Arnaz menyatakan, KONI yang dipimpinnya saat ini menerapkan perencanaan yang efektif dan efisien yakni perencanaan yang mengarah pada pembinaan prestasi.

“Karena saat ini alarm sudah menyala, dimana Popda SD, Popda SMP kita sudah kalah dengan kota lain. Kita jangan lagi bicara Porprov 2018 lalu kita menang, karena Porprov 2022 kita bisa kalah kalau kita masih santai-santai,” tandasnya.

Untuk itu, Arnaz mendorong kepada DPRD untuk mendesak kepada pemerintah supaya segera mewujudkan sport center di Kota Semarang.

“Kalaupun belum bisa, minimal mewujudkan sport center di masing-masing kecamatan yang lebih spesifik dan berbeda cabornya, sehingga saling sinergi dimasing masing cabor,” ujarnya.

Mengenai pengorganisasian, lanjut Arnaz, tahun 2020 KONI Kota Semarang akan meng-ISO-kan sekretariat, agar SOP (Standart Operational Procedure) di kesekretariatan lebih profesional dan lebih tertib.

Menyinggung soal penganggaran, yang terpenting adalah realisasinya dapat dipertanggungjawabkan, yakni apa adanya dan tidak fiktif. Kemudian dokumentasi memenuhi unsur kualitatif dan kuantitatif.

“Mohon maaf jika Satgas LPJ yang dibentuk KONI agak sedikit keras, bukan bermaksud untuk mempersulit, saya meyakinkan bahwa Satgas LPJ bukan hanya bicara boleh atau tidak, tapi untuk membimbing, mementoring teman- teman cabor dalam membuat perencanaan, membuat laporan yang baik. Maka mari sama-sama belajar sehingga bisa mengikuti protap dan aturan yang berimplikasi KONI semakin baik dan mampu meningkatkan prestasi olahraga di Kota Semarang,” pungkasnya.

Sementara itu Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo menyatakan KONI merupakan organisasi yang mendapatkan dana hibah setiap tahunnya.

“Untuk itu saya wanti-wanti, saya titip agar semuanya direncanakan dan dikelola sebaik-baiknya.  Kemudian dilaporkan sebaik baiknya, jangan sampai bermasalah. Kuncinya adalah kekompakkan, baik internal KONI maupun kekompakkan dimasing-masing cabor yang menerima dana hibah,” pesan Anang.

Anang juga berpesan KONI Kota Semarang agar segera melakukan penguatan-penguatan kelembagaan yang ada di lingkungan KONI.

Ketua DPRD Kota Semarang Kadarlusman melalui Wakil Ketua Wahyu Winarto menyatakan mendukung program-program KONI ke depannya.

“Saya percaya KONI Kota Semarang dibawah kepemimpinan Arnaz Agung Andrarasmara akan semakin maju dan hebat. Dan jadikan bintek ini sebagai gerbang profesionalitas, kerja disipilin dalam mengelola administrasi dan peningkatan prestasi atlit-atlit Kota Semarang yang berkesinambungan,” ujarnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *