76 Balita Stunting Dapat Bantuan PMI

BATANG (Asatu.id) – PMI Kabupaten Batang menggandeng Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), menyasar 76 balita stunting di Desa Kluwih Kecamatan Bandar. Para balita diintervensi dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

Ketua TP PKK Kabupaten Batang, Uni Kuslantasih secara langsung memantau pemeriksaan kesehatan balita, memberikan sosialisasi Stunting dan pencegahannya, dan memberikan PMT kepada para balita. Didampingi Ketua PMI Achmad Taufiq dan Kepala Dinas Kesehatan, Hidayah Basbeth serta jajaran Kecamatan Bandar, di balai
Desa Kluwih, Rabu (02/10).

Uni mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh PMI Batang, lantaran persoalan stunting merupakan tanggung jawab semua stakeholders termasuk PKK dan PMI.

“Tentu ini merupakan salah satu peningkatan kinerja PMI, dahulu PMI dikenal hanya ketika bencana alam saja, namun sekarang PMI ikut berkontribusi membangun daerah melalui kegiatan sosial kemanusiaan seperti ikut berkontribusi mengurangi stunting,” ujarnya.

Uni menyebut pihaknya telah ikut bekerja keras mengurangi stunting sampai ke tingkat desa, terutama peran kader PKK di tingkat Desa. Mereka ditekankan untuk membantu bidan desa dalam upaya mencegah stunting sedini mungkin.

“Stunting merupakan agenda pemerintah pusat dalam menyambut bonus demografi 2030, ini menjadi suatu kewajiban bagi PKK Batang untuk ikut membantu program pemerintah tersebut khususnya di Wilayah Batang,” katanya.

Sementara Ketua PMI Batang Achmad Taufik menuturkan kegiatan PMI Peduli stunting ini berangkat dari keprihatinan PMI terhadap para bayi stunting di Kabupaten Batang, terutama di Desa Kluwih yang memiliki angka bayi stunting tertinggi di Batang.

Dari jumlah total 150 balita terdapat 76 balita yang mengalami stunting, sehingga PMI memberikan intervensi melalui PMT kepada balita tersebut.

“Kepedulian ini tidak hanya sampai di sini, Setelah kegiatan ini tetap akan ada tindaklanjut yang digerakkan oleh Dinas kesehatan,” terang Taufik.

Dikatakannya, PMI berkomitmen terus meningkatkan program sosial kemanusiaan terutama untuk membantu kinerja pemkab Batang.
“Selain program pokok, PMI juga memiliki program sosial kemanusiaan yang telah kita galakan seperti bedah rumah tidak layak huni, bantuan korban kebakaran, bantuan stunting dan lainnya,” tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan, Hidayah Basbeth mengatakan stunting diakibatkan karena kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu yang lama. Makanya Dinkes sangat mengapresiasi pihak lain yang ikut peduli persoalan stunting karena tanggung jawab ini adalah milik semua pihak demi terbebasnya Batang dari stunting.

Basbeth mengungkapkan angka stunting di Batang menunjukan perkembangan yang positif. Merujuk hasil penimbangan serentak bulan Agustus 2019, angka stunting menjadi 8,9 persen dari 59.000 balita di Batang.

“Angkanya turun signifikan, bandingkan dengan Agusutus tahun 2018 yang saat itu angka stunting mencapai 25 persen, artinya ada penurunan 16 persen. Kita terus menekan angka tersebut agar Batang bebas stunting. peran seperti PMI dengan PKK inilah yang kita butuhkan,” pungkasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *