Jokowi: Ajak Masyarakat Dunia Kenakan Batik

SURAKARTA (Asatu.id) – Presiden Jokowi mengakui, corak batik saat ini sudah beragam, dan dipakai di mana pun dan oleh siapa saja. Dia mengapresiasi komitmen generasi muda untuk melestarikan batik melalui muatan lokal seminggu tiga kali di sekolah.

“Tugas kita bersama untuk mengajak seluruh masyarakat dunia mengenakan batik. Agar batik ini tetap mendapat pengakuan dari UNESCO,” harap Joko Widodo pada Peringatan Hari Batik Nasional di Pura Mangkunegaran Surakarta, Rabu (2/10) siang.

Dalam acara itu, juga digelar membatik bersama yang dilakukan oleh 500 orang. Tak hanya perajin batik, para pelajar maupun pelajar asal Belgia program pertukaran pelajar dunia, atau Rotary Youth Exchange pun ikut serta.

“Ini pengalaman baru bagi saya. Saya mau membatik selendang, dan ini masih tahap belajar. Batik bagi saya adalah karya seni seperti lukisan beragam corak yang aku kira sulit, karena ada banyak tahapan untuk mendapatkan hasil akhir yang luar biasa cantiknya. Kalau buatan saya, hasilnya entah nanti,” kata Julie, pelajar asal Belgia yang ditemui saat mencanting.

Presiden Jokowi hadir didampingi Ibu Negara Iriana. Ikut hadir istri Wakil Presiden Mufidah Jusuf Kalla, anggota Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE) Kabinet Kerja maupun tamu undangan.

Hadir pula Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan istri. Ganjar datang dengan mengenakan baju batik lengan panjang, sementara istrinya, Siti Atikoh juga mengenakan kain bawahan bercorak batik.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *