Ganjar: Pancasila Tak Bisa Digantikan dengan Ideologi Lain

SEMARANG (Asatu.id) – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memuji sikap para mahasiswa yang melakukan demo di depan Gubernuran, pekan lalu. Gubernur mengakui, mahasiswa di Jateng saat menyampaikan aspirasinya sangat baik.

Menurut Ganjar, selain santun para mahasiswa juga penuh tanggungjawab karena tidak meninggalkan sampah dan merusak taman. Meski gerbang kantor roboh, karena saking banyaknya mahasiswa yang berkumpul di depan gerbang.

Apresiasi itu disampaikan Ganjar dalam amanatnya saat menjadi inspektur upacara Hari Kesaktian Pancasila di Halaman Kantor Gubernur Jateng, Selasa (1/10) pagi.

Berbeda dengan biasanya, pada pelaksanaan upacara Hari Kesaktian Pancasila kali ini, Ganjar sengaja mengundang mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Kota Semarang seperti Unimus, Unnes, Undip dan sejumlah SMA dan SMK, serta tokoh agama.

“Siswa SMK di Jateng saya harap tidak ikut-ikutan. Tugas pelajar itu ya belajar. Pelajar itu masih dalam pengawasan orangtua maupun guru, karena masih kategori anak,” pesannya.

Ganjar juga menegaskan, Pancasila menjadi dasar negara yang tidak bisa digantikan ideologi apapun. Gempuran dari mana saja, Indonesia tetap kuat karena masyarakatnya memiliki dasar yang kuat, yakni Pancasila.

Terkait penggunaan busana adat nusantara dalam upacara itu pun, Ganjar berharap menjadi implementasi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Dari Jateng kita berbhinneka tunggal ika. Pancasila jangan hanya sekedar slogan atau hafal, bukan juga dengan bendera, tapi
mengimplementasikan kesadaran. Jangan mengaku Pancasila jika masih berkorupsi, gunakan jabatan untuk kepentingan tidak benar. Kalau ada rembug ya dirembug, duduk bersama,” harap Ganjar.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *