Pola Kerjasama Pusat dan Daerah Dongkrak Kenaikan Ekspor Hasil Pertanian

SEMARANG (Asatu.id) – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, dari Januari hingga Agustus total ekspor Jateng sebesar US$ 5,82 dan di antaranya sebesar US$ 4.823,5 juta merupakan ekspor nonmigas.

Menurut Ganjar, hal tersebut bisa tercapai karena jalinan antara pemerintah dari pusat sampai kabupaten dengan petani berjalan dengan baik.

Ganjar mengatakan hal itu saat mendampingi Menteri Pertanian Amran Sulaiman melepas ekspor beberapa hasil pertanian di Balai Karantina Kelas I Semarang, Minggu (29/9).

“Hulunya bekerja luar biasa dan mendapat fasilitas yang mudah dari kementerian. Nah pemuda-pemuda itu sekarang berorientasi ekspor yang tidak kita pikirkan. Misalnya daun pakis dan melati,” kata Ganjar.

Pola kerjasama itu, menurut Ganjar, merupakan hal yang paling penting. Pemerintah Pusat menyiapkan konsep, dunia luar atau pasar dunia disiapkan, pemerintah yang di daerah menyambut konsep tersebut. Terlebih kemudahan yang saat ini banyak diperoleh.

“Tugas kami yang di daerah membina agar bisa mencapai kualitas terbaik. Ekspor mudah pasar ada, dengan cara itu kita tidak hanya membayangkan saja. Pemerintah mesti mendampingi untuk memastikan kualitas,” katanya.

Ganjar berharap dengan tingginya nilai ekspor produk pertanian tersebut mampu mendongkrak neraca dagang Jawa Tengah. “Karena itu yang diinginkan oleh Presiden Jokowi,” katanya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *