Dua Juta Orang di Jateng Lakukan Gerakan Resik-Resik

SEMARANG (Asatu.id) – Dengan membawa berbagai alat kebersihan, ratusan ASN di lingkup Sekretariat Daerah Provinsi Jateng melaksanakan Gerakan Resik-Resik di Kawasan Simpanglima Semarang, Jumat (30/9). Dari gubernuran, para ASN usai melaksanakan apel pagi langsung berjalan kaki menuju lokasi kegiatan.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sri Puryono menyampaikan, gerakan resik-resik ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Kongres Sampah Nasional yang akan diselenggarakan di Kabupaten Semarang pada Oktober mendatang.

Kegiatan yang sama, sudah dilakukan pula pekan lalu. Tak hanya di lingkungan Setda, tapi juga digerakkan di seluruh kabupaten/ kota, hingga lingkup masyarakat terkecil.

“Dari pekan lalu sudah dimulai Gerakan Resik-Resik. Dan ini juga dilakukan di masing-masing kabupaten/kota. Sekitar dua juta orang ikut terlibat kegiatan ini,” tuturnya

Dua juta orang yang terlibat itu, lanjut Sekda, terdiri dari berbagai komponen masyarakat. Antara lain dari relawan, pelajar dan ASN. Melalui upaya ini, diharapkan dapat memberikan edukasi sekaligus mengubah perilaku masyarakat dalam memperlakukan sampah.

“Ini menjadi edukasi kepada masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya. Tidak sembarangan. Apalagi sekarang sudah darurat sampah,” tegas Sri Puryono.

Kepedulian masyarakat untuk memperlakukan sampah dengan baik, kata dia, menjadi salah satu kunci untuk mengurangi banyaknya persoalan yang timbul karena sampah.

Staf Biro Umum Setda Provinsi Jawa Tengah, Laksono mengungkapkan, gerakan resik-resik itu sangat baik. Dia mendukung karena lingkungan yang bersih, akan berpengaruh bagi kesehatan.

“Kalau perlu dilaksanakan rutin sebulan sekali. Ini juga sekaligus menjadi upaya ASN dalam memberikan contoh kepada masyarakat untuk hidup bersih dan sehat,” ujarnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *