Ganjar Tegaskan Lagi Soal Jaminan Keamanan Pelajar dan Mahasiswa Asal Papua

SEMARANG (Asatu.id) – Untuk kesekian kalinya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melontarkan komitmennya dan berjanji akan menjaga keamanan dan kenyamanan para pelajar maupun mahasiswa asal Papua yang menempuh pendidikan di seluruh wilayah Jateng.

Komitmen kali ini Ganjar sampaikan saat menerima rombongan Pemerintah Kabupaten Mimika yang dipimpin Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob di Puri Gedeh, Rabu (25/9).

Menurut Ganjar, pihaknya memastikan para pelajar maupun mahasiswa yang ada di Jateng baik-baik saja. Meski ada 150-an pelajar dan mahasiswa yang memilih pulang ke Mimika, Ganjar berharap mereka kembali lagi untuk meneruskan pendidikannya kembali.

“Ada yang khawatir tidak diterima kembali ke sekolah. Saya akan bilang ke Pak Jumeri selaku Kepala Dinas Pendidikan, agar para kepala sekolah menerima kembali pelajar yang sempat pulang ke Papua. Sayang sekali kalau mereka pulang dan di sana tidak melanjutkan,” kata Ganjar.

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob menjelaskan, pelajar dan mahasiswa yang menempuh pendidikan di Jateng, ada sekitar 600-an orang, baik yang mendapatkan beasiswa maupun atas biaya orang tua. Alasan para siswa dan mahasiswa yang pulang, karena merasa tidak nyaman dan ada intimidasi,  meski mereka tidak bisa menjustifikasi secara khusus.

“Kami ke sini mau melihat, apa yang terjadi di sini. Kita berharap mereka tetap bisa.bersekolah, kuliah di Jateng. Saya minta Pak Gubernur Jateng menjaga, memperhatikan mereka. Pengakuan mereka saat makan, didatangi orang. Kami ingin selamatkan generasi, tidak menjadi korban isu. Para orangtua berharap anak-anak mereka tetap sekolah,” harapnya.

Di akhir dialog, Ganjar maupun Johannes Rettob bertukar cinderamata. Dari Mimika, Ganjar menerima patung manusia kayu. Tak mau kalah, Ganjar memberikan patung banteng hasil karya perajin dari Jepara.

“Banteng itu binatang yang kuat. Semoga perjuangan menjaga NKRI saudara-saudara Papua, kekuatannya seperti banteng,” kata Ganjar sambil bersalam komando dengan Johannes Rettob.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *