TP PKK Harus Jadi Garda Terdepan Entaskan Kemiskinan

SEMARANG (Asatu.id) – Tim Penggerak PKK (TP PKK) terus menggali isu strategis di Jawa Tengah, mulai dari tingkat provinsi hingga tingkat desa. Hal ini dilakukan dalam rangka persiapan Rakernas ke-9 TP PKK Tahun 2020 di Jakarta.

“Kita akan godok bersama masukan dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah. Masukan tersebut menjadi sangat strategis sebagai senjata untuk berargumen di tingkat pusat,” ujar Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah Siti Atikoh Ganjar Pranowo, pada Rapat Konsultasi TP PKK se-Jawa Tengah Tahun 2019, di MG Setos Hotel, Semarang, Selasa (17/9).

Mengacu pada Perpres Nomor 99 Tahun 2017 tentang Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga, Atikoh berharap Rakernas 2020 lebih memperhatikan empat isu strategis, seperti, kemiskinan, narkoba, stunting, dan pembangunan karakter anak. Untuk itu, dia siap menginstruksikan jajarannya agar memantau permasalahan tersebut sampai ke tingkat desa.

“Kemiskinan merupakan sumber dari segala permasalahan. Untuk itu TP PKK harus menjadi garda terdepan untuk mengentaskan kemiskinan dimulai dari pendataan di lapangan yang valid. Kita harus semangat, karena kita masih punya PR banyak,” beber ibu satu anak tersebut.

Sebagai generasi penerus bangsa, pembangunan karakter anak dalam keluarga sangatlah penting. Atikoh menyoroti banyaknya anak yang terjerat kasus narkoba. Untuk itu, dia kembali menekankan pentingnya peran keluarga dalam memberikan proteksi terhadap bahaya narkoba.

“Membangun karakter anak tidak bisa instan seperti membangun infrastruktur jalan ataupun gedung. Membangun SDM yang unggul perlu suatu rutinitas dan kontinyuitas yang berkesinambungan,” ungkap wanita berhijab tersebut.

Tak hanya itu, lanjut Atikoh, makanan yang bergizi untuk mencegah stunting, menjadi bagian pembangunan karakter anak. Hindari makanan cepat saji (junkfood) untuk mencegah obesitas pada anak. Dengan pola makanan yang sehat, akan menjadi investasi kesehatan paling tinggi.

“Demi menyelesaikan isu-isu strategis tersebut, TP PKK diharapkan terus hadir melakukan pendampingan kepada masyarakat dengan cara menyukseskan 10 program pokok PKK, salah satunya gotong royong,” jelasnya.

Menurut Atikoh, untuk gerakan gotong royong, masyarakat di Jawa Tengah masih gayeng dan rukun. Hal tersebut harus dipupuk jangan sampai hilang tergerus pesatnya perkembangan teknologi.

“Jangan sampai kenalnya tetangga malah lewat medsos, komunikasi juga lewat medsos. Kita harus membangun hubungan emosional, bahkan tetangga masak apa juga tahu. Itu merupakan bentuk guyub rukun masyarakat jateng,” tukas Atikoh.

Dalam kesempatan itu, TP PKK provinsi Jawa Tengah memberikan penghargaan Adi Bakti Utama kepada Cipto Budi Hartono dari TP PKK Kota Magelang.

Ada pula penghargaan Adi Bakti Madya kepada Sri Marni Musi dari TP PKK Kelurahan Wates Kota Magelang, Siti Palupi (TP PKK Kabupaten Banjarnegara), dan Sri Martani (TP PKK Kecamatan Laweyan Kota Surakarta).

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *