Tekan Korban Lakalantas, Pemprov Gandeng Kepolisian dan BPJS

SEMARANG (Asatu.id) – Untuk menggerakkan masyarakat agar lebih sadar keselamatan dalam berkendaraan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersinergi dengan kepolisian dan BPJS Ketenagakerjaan.

Hal itu sebagai upaya membangun budaya tertib berlalu lintas dan mengurangi tingkat kecelakaan. Langkah yang sudah dilakukan di antaranya meningkatkan moda transportasi umum di wilayah Jawa Tengah.

“Sebagai upaya dalam mengurangi angka kecelakaan lalu lintas, sudah tanggung jawab kita untuk memberi sosialisasi dan menyadarkan kepada masyarakat akan pentingnya membangun budaya tertib berlalu lintas,” kata Sekda Jateng Sri Puryono, saat membuka Peluncuran dan Sosialisasi Program Promotif Preventif BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jateng-DIY, di Hotel Patra Jasa, Selasa (17/9).

Seperti diketahui bersama,  populasi kendaraan bermotor tiap tahun meningkat pesat. Dalam hal ini pemerintah bersyukur, industri senang, investasi lancar, dan ekonomi bergerak naik.

Namun di samping itu ada fakta kelam yaitu banyaknya korban tewas akibat kecelakaan.

“Kendaraan bermotor, khususnya sepeda motor, telah bertransformasi menjadi mesin penyebab kecelakaan. Lebih mengenaskan lagi korbannya adalah mereka yang berusia produktif, yaitu umur 15-35 tahun,” ungkapnya.

Oleh karena itu budaya tertib berkendara dan patuh pada peraturan di jalan raya adalah kunci mengurangi kecelakaan kendaraan bermotor. Meskipun membangun kesadaran untuk aware terhadap keselamatan berkendara tidaklah mudah.

Bahkan banyak cara yang telah dilakukan oleh kepolisian untuk menekan angka kecelakaan tersebut.

“Harapannya, kegiatan ini (Peluncuran dan Sosialisasi Program Promotif Preventif) menandai sebuah gerakan bersama untuk meningkatkan kualitas keselamatan, keamanan, dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu kintas,” jelasnya.

Sri Puryono menambahkan, saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperbaiki moda transportasi umum yang ada. Ditandai dengan peluncuran BRT Trans Jateng yang melayani beberapa rute di wilayah Jawa Tengah.

Diharapkan banyaknya tranportasi umum tersebut dapat mendorong masyarakat berpindah dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *