Teknologi Screen Reading UDINUS, Tingkatkan Literasi Siswa Tunanetra

SEMARANG (Asatu.id) – Kegiatan pengabdian masyarakat dosen Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) pada siswa tunanetra merupakan upaya memperkenalkan aplikasi teknologi screen reading berbahasa Inggris untuk membangun kegiatan literasi mereka.

Pengabdian masyarakat tersebut diberikan kepada siswa SLB A Dria Adi di kawasan Tawangsari Kecamatan Semarang Barat belum lama ini.

Pelatihan tersebut merupakan program dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti) Program Kemitraan Masyarakat Stimulus.

Ketiga dosen yang memberikan pelatihan yaitu Valentina Widya Suryaningtyas. S.S., M.Hum, Nina Setyaningsih, S.S., M.Hum, dan Erika Devi Udayanti, S.Kom., M.CS.

Sebelum melakukan pelatihan, dilakukan persiapan dan identifikasi dari permasalahan yang ada. Tahapan tersebut dilakukan bersama dengan staf pengajar di SLB A Dria Adi dengan mengadakan Focus Group Discussion.

Dan didapati bahwa para siswa memang masih lemah dalam pengembangan literasi, dikarenakan kurangnya sarana bacaan braille yang bisa diakses oleh siswa tunanetra.

Widya selaku dosen Sastra Inggris Udinus memperkenalkan penggunaan teknologi screen reading JAWS pada para siswa.

Sehingga nantinya siswa dapat mengakses berbagai macam buku pendidikan maupun non pendidikan dalam bentuk Microsoft Word ataupun PDF.

“Para siswa diberikan informasi dan pengetahuan untuk mencari informasi terkait dengan materi literasi. Jadi mereka juga bisa belajar untuk mencari bahan bacaan non pendidikan melalui internet yang sesuai dengan minat mereka,” tutur Widya.

Para siswa juga diajarkan menggunakan keyboard komputer dan shorcuts untuk dapat mengaplikasikan teknologi screen reading yang akan menghasilkan bunyi apabila ditekan, agar bisa didengar oleh siswa tunanetra.

“Selain itu, mereka juga diajarkan untuk mengunduh materi pendidikan, supaya dapat digunakan kapan saja,” tambah Widya.

Tidak hanya siswa yang diajarkan aplikasi screen reading, para staf pengajar turut mempelajari. Supaya nantinya dapat diteruskan kepada seluruh siswa tunanetra yang ada di SLB tersebut.

Selain melakukan pelatihan, pendampingan juga dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari penggunaan teknologi screen reading untuk siswa tunanetra tersebut.

“Di awal pengenalan aplikasi, para siswa menemukan sedikit kesulitan dalam membiasakan diri, namun akhirnya siswa dapat menyesuaikan. Dan kami sangat mengapresiasi tim dosen Udinus yang sangat membantu kami,” ujar Kamtini, Kepala Sekolah SLB A Dria Adi Semarang.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *