Tiga Daerah Terus Dipacu untuk Berkembang

Picu Keselarasan dan Percepatan Pembangunan Jateng

SURAKARTA (Asatu.id) – Sekda Provinsi Jateng, Sri Puryono KS, menyampaikan, ada tiga daerah yang dipacu untuk terus berkembang dan berkelanjutan.
Daerah tersebut meliputi wilayah Kedung Sepur (Kendal, Demak, Ungaran, Salatiga, Semarang, Purwodadi), Purwomanggung (Purworejo, Wonosobo, Magelang, Temanggung).

Kemudian Bergasmalang (Brebes, Tegal, Slawi, Pemalang, Batang), termasuk Barlinggamascakep (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Kebumen) dan Pakudjembara (Pati, Kudus, Demak, Jepara, Rembang, Blora).

Hal itu disampaikan Sekda pada Rakor Kompilasi, Validasi, dan Pemutakhiran Usulan Program/Kegiatan Prioritas dalam rangka Penyiapan Masteplan Percepatan Pembangunan Wilayah Provinsi Jateng, di Hotel Novotel Surakarta, Rabu (11/9).

“Tiga program prioritas tersebut tidak hanya bicara tentang Kendal, Brebes, dan Borobudur yang menjadi lokasi pengembangan program prioritas, melainkan juga program yang menjadi daya ungkit dan kebangkitan kabupaten dan kota lainnya di Jawa Tengah,” ujarnya.

Sekda menambahkan, melalui dorongan pembangunan yang integratif melibatkan pemerintah provinsi, kota dan kabupaten, swasta, perguruan tinggi, dan masyarakat, pihaknya yakin keselarasan dan percepatan pembangunan Jateng dapat dipacu. Dengan begitu mampu mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar tujuh persen.

Disebutkan, khusus Kawasan Industri Kendal yang merupakan proyek strategis nasional memiliki luas 4.500 hektare, sebagian akan digunakan sebagai KEK seluas 1.000 hektare. Kawasan industri yang diresmikan oleh Presiden RI Joko Wododo pada 2016, pada 2019 akan berubah menjadi kawasan ekonomi khusus sektor tertentu. Ada lima sektor unggulan, meliputi makanan dan minuman, tekstil dan fesyen, furnitur, otomotif dan elektronik.

“Tidak hanya menjadi generator atau pembangkit, tetapi juga merupakan akselerator untuk mendukung Semarang sebagai pusat jasa, bisnis, pemerintahan. Selain itu juga diharapkan memicu pertumbuhan ekonomi kawasan Kedungsepur dan dapat mendorong pembangunan wilayah Pakudjembara,” ujarnya.

Sedangkan Borobudur sebagai kawasan strategis nasional dan merupakan maha karya dunia, sehingga kawasan yang memiliki nilai lebih dari daerah lain akan menjadi magnet dan daya tarik wisatawan mancanegara.

Selain itu, lokasi Borobudur yang berada di Kabupaten Magelang atau berbatasan dengan Provinsi DIY, harus dapat mengoptimalkan potensi lainnya yang ada di Purwomanggung.

Untuk Kawasan Industri Brebes yang ditetapkan sebagai kawasan strategis provinsi, lanjut dia, menjadi bagian dari upaya pengembangan pemerataan pembangunan dan mengurangi kesenjangan wilayah. Pembangunan wilayah industri di wilayah perbatasan dengan Jawa Barat itu, diharapkan sebagai pembentukan pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Brebes merupakan salah satu kabupaten dengan tingkat kemiskinan tinggi atau peringkat tiga di Jawa Tengah. Beberapa keunggulan Brebes antara lain, memiliki seluas kawasan lebih dari 4.000 hektare, dilintasi jalan Tol Pejagan-Semarang, alternatif perpindahan industri dari Jabodetabek dan Karawang menjadi sangat potensial,” paparnya.

Asisten Deputi Bidang Perhubungan, Sekretariat Kabinet RI Hennie Ambar Susilowati menambahkan, Jawa Tengah dan Jawa Timur ditetapkan sebagai provinsi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar tujuh persen.

Di antaranya melalui pengembangan sejumlah program prioritas, yakni Kawasan Industri Brebes, pengembangan Kawasan Industri Kendal menjadi Kawasan Industri Khusus, dan penataan kawasan Borobudur dan sekitarnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *