Penyelesaian Masalah Baru Harus Sesuai Rujukan Islam

SEMARANG (Asatu.id) – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengatakan, pembaruan itu bukan bermakna memperbarui agama. Namun, menyesuaikan agama dengan waktu atau zamannya. Termasuk, penyelesaian masalah baru yang ditemui, dengan rujukan Islam.

Menurut Wagub, kehidupan manusia akan terus melaju mengikuti zaman. Dalam perjalanannya, kehidupan itu akan melahirkan pembaruan, termasuk dalam Islam.

Hal itu disampaikan Wagub saat memberikan sambutan pada Peringatan 1 Muharram 1441 H di Aula Pondok Pesantren Mansya’ul Huda Desa Sraten, Rabu (11/9).

“Sak sampunipun Kanjeng Nabi Muhammad SAW, wonten mujaddidipun ingkang membarui, ngenalno dengan kondisi alam, kondisi zaman wekdal semonten. Termasuk Imam Syafi’i ingkang mengenalkan maslahah, ilmu fikih. Niki keranten kangge ngenalaken permasalahan-permasalahan ingkang sakmenika kita lampahi, nanging dereng nate (terjadi) ing zaman Kanjeng Nabi,” urai Gus Yasin.

Rasulullah SAW menjamin, sepeninggalnya, Allah SWT akan menghadirkan mujaddid (pelaku pembaru), dalam kurun waktu seratus tahun. Seorang mujaddid akan mengembalikan umat kepada tuntunannya, yakni Alquran dan sunnah, serta membawa umat Islam keluar dari kesesatan.

“Sak punika kula mboten ngertos sampun wonten punapa dereng mujaddid ingkang muncul. Ning kaya-kaya kathah mujaddid ingkang mengembalikan roh-ipun Islam pada masa Nabi Muhammad,” tuturnya.

Pada masa usai Nabi Muhammad meninggal, lanjut Gus Yasin, dakwahnya terkenal keras. Yang tidak sama dengan Islam benar-benar dimusuhi. Sekarang sudah mulai dikembalikan dan diingatkan, supaya menghormati sesama manusia.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *