Resmikan Pabrik Mobil Esemka, Jokowi: Saya Tak Paksa Beli, Tapi…

BOYOLALI (Asatu.id) – Presiden RI Joko Widodo, meresmikan pabrik perakit mobil Esemka di Boyolali, Jumat (6/9). Pabrik tersebut berdiri di atas lahan seluas 115 ribu meter persegi dengan luas bangunan 12.500 meter persegi. Tanah itu disewa untuk jangka waktu selama 30 tahun.

Pabrik itu juga dilengkapi dengan ruang pamer, pengecatan, perakitan kendaraan, perakitan mesin, pengetesan mesin, pengetesan kendaraan, dan inspeksi.

Dalam produksinya nanti mobil Esemka akan memanfaatkan komponen dari pabrik dalam negeri dari PT INKA, Pertamina, ACC Bawen Karoseri sampai PT Cikarang Persada Manufacturing.

Presiden Joko Widodo mengatakan, pabrik tersebut dirintis kurang lebih 10 tahun yang lalu.

“Tapi membuat mobil kan bukan soal produksi saja tapi juga menjualnya. Tidak mudah, masuk pasarnya juga tidak mudah. Tapi kalau kita sebagai bangsa kita mau menghargai karya kita sendiri, karya bangsa sendiri ini pasti maju,” katanya.

Presiden juga berharap ini jadi pemicu kebangkitan otomotif tanah air, namun tetap memperhatikan kualitas. Saat meresmikan pabrik dan dua jenis mobil itu, Jokowi pun mengakui kualitasnya.

“Saya tidak memaksa Anda beli. Tapi setelah saya melihat hasil dan kualitasnya, saya mengatakan kita wajib beli. Saya ingin mendukung otomotif nasional, mendukung merek lokal,” tandasnya.

Sementara Presiden Direktur Esemka, Eddy Wirajaya mengatakan, investasi pabrik ini murni swasta nasional.

“Tidak ada campur tangan perusahaan asing. Investasinya 100 persen Indonesia,” ujarnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *